Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Rencana Keuangan Inggris Usai Brexit Berpotensi Jadi Krisis Keuangan Global

Angga Bratadharma • 18 Mei 2022 09:53
London: Lebih dari 50 ekonom memperingatkan rencana Inggris usai Brexit untuk meningkatkan daya saing industri keuangannya yang besar berisiko menciptakan jenis masalah yang menyebabkan krisis keuangan global. Kondisi itu patut diwaspadai agar tidak merembet ke arah yang lebih merusak di kemudian hari.
 
Pemerintah, yang berusaha menggunakan kebebasan Brexit, mengumumkan bulan ini bahwa mereka akan meminta regulator untuk membantu Kota London tetap menjadi pusat keuangan global setelah negara itu meninggalkan Uni Eropa.
 
Kelompok 58 ekonom, termasuk pemenang Hadiah Nobel dan mantan Menteri Bisnis Vince Cable, mengatakan menjadikan daya saing sebagai tujuan dapat mengubah regulator menjadi pemandu sorak bagi bank dan menyebabkan pembuatan kebijakan yang buruk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini juga meningkatkan risiko merugikan ekonomi riil karena sektor keuangan menyedot talenta yang tidak proporsional," kata mereka dalam surat terbuka kepada Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak, dilansir dari The Business Times, Rabu, 18 Mei 2022.
 
"Inggris sebaliknya membutuhkan tujuan regulasi yang jelas yang mempromosikan produktivitas, pertumbuhan dan integritas pasar di seluruh ekonomi, dan juga melindungi konsumen dan pembayar pajak, memajukan perang melawan perubahan iklim, dan mengatasi uang kotor untuk melindungi keamanan kolektif kita," tambah surat itu.
 
Menteri Jasa Keuangan Inggris John Glen mengatakan tujuan daya saing baru untuk Bank of England dan Otoritas Perilaku Keuangan adalah yang kedua untuk menjaga pasar, konsumen, dan perusahaan tetap aman dan sehat.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif