Menurut data Sistem Perdagangan Valuta Asing China (CFETS), mata uang yuan mencatat kenaikan untuk hari kedua berturut-turut.
Melansir Antara, Rabu, 14 April 2021, di pasar spot valuta asing Tiongkok, yuan diperbolehkan naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan.
Kurs tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antarbank pada setiap hari kerja.
Adapun kurs dolar AS tertekan pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat. Hal ini karena pelaku pasar mempelajari data ekonomi yang baru dirilis.
Melansir Xinhua, Rabu, 14 April 2021, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,31 persen menjadi 91,8532.
Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1946 dolar AS dari 1,1905 dolar AS pada sesi sebelumnya. Poundsterling Inggris naik menjadi 1,3751 dolar AS dari 1,3744 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7642 dolar AS dari 0,7616 dolar AS.
Sementara dolar AS dibeli 109,07 yen Jepang, lebih rendah dari 109,41 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9207 franc Swiss dari 0,9228 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2534 dolar Kanada dari 1,2562 dolar Kanada.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News