Ilustrasi. FOTO: Politico
Ilustrasi. FOTO: Politico

Perusahaan Tiongkok Dihapus di Bursa AS, Beijing Diyakini Takkan Bertindak Tegas

Ekonomi Wall Street Ekonomi Amerika ekonomi china tiongkok as-tiongkok Perang dagang
Angga Bratadharma • 05 Januari 2021 08:45
Singapura: Keputusan Bursa Efek New York atau New York Stock Exchange (NYSE) untuk menghapus tiga raksasa telekomunikasi Tiongkok telah memicu kemarahan dari Tiongkok. Akan tetapi analis memperkirakan Beijing tidak mungkin mengambil tindakan signifikan untuk membalas Washington.
 
Sebelumnya NYSE mengumumkan akan menghapus China Telecom, China Mobile, dan China Unicom. Perdagangan saham atas ketiga perusahaan tersebut akan ditangguhkan segera setelah 7 Januari atau paling lambat 11 Januari. Selain terdaftar di NYSE, ketiga perusahaan juga tercatat di bursa saham lain.
 
Bahkan, ketiga perusahaan yang terdaftar di bursa saham Hong Kong jatuh pada perdagangan Senin atau hari perdagangan pertama Hang Seng sejak pengumuman tersebut. Saham dari China Mobile, China Unicom, dan China Telecom semuanya turun lebih dari tiga persen di bursa saham Asia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Langkah yang diambil NYSE mengikuti perintah eksekutif yang ditandatangani oleh Presiden AS Donald Trump pada November 2020, yang melarang orang Amerika berinvestasi di perusahaan yang diduga terkait dengan militer Tiongkok. Langkah Trump diambil ketiga ketegangan antara AS dan Tiongkok terus meningkat.
 
Ketegangan juga kian menjadi-jadi dengan kedua belah pihak berselisih di antaranya mengenai asal-usul pandemi virus korona. Menanggapi langkah AS, Kementerian Perdagangan Tiongkok siap mengambil tindakan yang diperlukan untuk secara tegas melindungi hak dan kepentingan yang sah dari perusahaan Tiongkok.
 
"Saya tidak melihat ini ditambah di luar tiga nama spesifik ini. Ini hanya karena didorong oleh perintah eksekutif," kata Kepala Investasi Perusahaan Investasi KraneShares Brendan Ahern, dilansir dari CNBC International, Selasa, 5 Januari 2021, ketika ditanya apakah akan ada lebih banyak perusahaan Tiongkok yang mungkin dihapus oleh NYSE.
 
Menurutnya perintah eksekutif untuk menghapus tiga perusahaan Tiongkok di NYSE dapat berbalik arah setelah Presiden AS terpilih Joe Biden dilantik pada 20 Januari. Pasalnya di pihak Tiongkok, ia menilai, Beijing ingin memberikan kesempatan kepada Pemerintahan Biden untuk memulai hubungan yang baru.
 
Ketua Non-Eksekutif Partners Financial Holdings Ronald Wan menambahkan tindakan apapun yang diambil oleh Beijing kemungkinan besar tidak akan signifikan. "Kami perlu melihat apakah Pemerintah Tiongkok akan melakukan pembalasan terhadap AS. Tapi menurut saya hal-hal yang sebenarnya harus dilakukan tidak akan signifikan," tuturnya.
 
"Mungkin membatasi semacam entitas yang terkait dengan Pemerintah AS, aktivitas di Tiongkok atau di Hong Kong. Tapi sebenarnya, saya pikir pemerintah (Tiongkok) masih menyambut baik masuknya modal dan dana AS untuk masuk ke pasar Asia dan Hong Kong," pungkasnya.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif