Ilustrasi. Foto: AFP
Ilustrasi. Foto: AFP

Wall Street Terperosok, Dow Jones Anjlok 497,5 Poin

Antara • 29 November 2022 07:40
New York: Saham-saham Wall Street melemah tajam pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Pelemahan ini terjadi setelah protes masyarakat di kota-kota besar Tiongkok terhadap kebijakan pengetatan covid-19 yang memicu kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi.
 
Melansir Antara, Selasa, 29 November 2022, Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 497,57 poin atau 1,45 persen menjadi 33.849,46 poin. Indeks S&P 500 turun 62,18 poin atau 1,54 persen menjadi 3.963,94 poin. Indeks Komposit Nasdaq merosot 176,86 poin atau 1,58 persen menjadi 11.049,5 poin.
 
Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor real estat dan energi masing-masing tergelincir 2,81 persen dan 2,74 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Protes yang jarang terjadi di kota-kota besar Tiongkok selama akhir pekan menentang pembatasan covid-19 memperburuk kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di dunia itu.
 
Baca juga: IMF: Kalibrasi Strategi Nol Covid-19 Tiongkok Penting Seimbangkan Pemulihan 

"Protes ini hanyalah bukti ini adalah semacam target bergerak, apakah Tiongkok akan terus berusaha untuk benar-benar membatasi penyebaran covid-19?" kata Ahli Strategi Investasi Nasional di US Bank Wealth Management, Tom Hainlin.
 
"Atau apakah mereka akan memiliki lebih banyak pendekatan 'hidup bersama covid-19' yang telah kita lihat di Amerika Serikat dan negara lain?" imbuhnya.
 
"Kami pikir covid-19 itu sendiri dan kebijakan Tiongkok adalah salah satu variabel kunci untuk 2023 yang akan memengaruhi harga saham dan investor," ucapnya.
 
Di sisi lain, saham Pinduoduo Inc di AS melonjak 12,6 persen setelah platform e-commerce Tiongkok itu mengalahkan estimasi pendapatan kuartal ketiga, dibantu oleh penguncian terkait covid-19 di negara yang memaksa konsumen berbelanja daring. Saham AS dari perusahaan teknologi Tiongkok lainnya juga naik, seperti Baidu dan Tencent Holdings masing-masing menguat lebih dari 2,0 persen.
 
Saham Amazon.com Inc naik 0,6 persen setelah laporan industri memperkirakan pengeluaran selama Cyber Monday, hari belanja daring terbesar AS, akan naik sebanyak USD11,6 miliar.
Pada minggu ini, investor akan mencermati data kepercayaan konsumen AS November, produk domestik bruto kuartal ketiga, dan data penggajian non-pertanian (NFP) AS.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif