Mata Uang Euro. Foto : AFP.
Mata Uang Euro. Foto : AFP.

Euro Jatuh ke Level Terendah dalam 20 Tahun

Antara • 12 Juli 2022 07:17
New York: Mata uang Euro merosot ke level terendah 20 tahun terhadap dolar AS pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Hal ini terjadi di tengah kekhawatiran krisis energi akan mendorong kawasan Uni Eropa ke dalam resesi.
 
Sementara itu, mata uang AS didorong oleh ekspektasi The Fed akan menaikkan suku lebih cepat dan lebih jauh dari rekan-rekannya. Pipa tunggal terbesar yang membawa gas Rusia ke Jerman, pipa Nord Stream 1, memulai masa pemeliharaan tahunan pada Senin, 11 Juli 2022, dengan aliran diperkirakan akan berhenti selama 10 hari. Pemerintah, pasar, dan perusahaan-perusahaan khawatir penutupan itu mungkin diperpanjang karena perang di Ukraina.
 
baca juga: Dolar AS Jatuh Usai Investor Beralih ke Mata Uang Berisiko

“Kekhawatiran paling dekat untuk pasar adalah apakah Nord Stream 1 akan kembali beroperasi atau tidak,” kata kepala Strategi Valas Amerika Utara di CIBC Capital Markets di Toronto, Bipan Rai dikutip dari Antara, Selasa, 12 Juli 2022.
 
Dia menambahkan pelaku pasar kemungkinan akan memperkirakan sebuah resesi untuk wilayah tersebut. Mata uang Euro jatuh ke level 1,0051 terhadap dolar AS, terlemah sejak Desember 2002. Sementara itu, indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya mencapai level tertinggi baru sejak Oktober 2002 di 108,19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mata uang AS telah menguat di tengah ekspektasi The Fed akan terus menaikkan suku bunga secara agresif karena mengatasi inflasi yang melonjak.
 
"The Fed akan menaikkan suku bunga lebih agresif daripada kebanyakan bank sentral pasar negara maju lainnya dan kami tidak berpikir bank sentral dan pasar maju lainnya benar-benar memiliki bandwidth untuk mengikutinya," kata Rai.
 
The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada pertemuan 26-27 Juli. Pedagang berjangka dana Fed memperkirakan suku bunga acuannya akan naik menjadi 3,50 persen pada Maret, dari 1,58 persen sekarang.
 
Para konsumen di Amerika melihat inflasi meningkat lebih lanjut di tahun depan tetapi memperkirakan kecepatan yang lebih moderat dalam jangka panjang sebagai sinyal bahwa ekspektasi inflasi tetap cukup melandai, sebuah survei dari Fed New York.
 
Data harga konsumen yang akan dirilis pada Rabu, 13 Juli 2022, menjadi fokus utama ekonomi AS minggu ini. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan indeks menunjukkan bahwa harga konsumen naik dengan tingkat tahunan 8,8 persen pada Juni.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif