Ilustrasi pergerakan saham asia - - Foto: dok MI
Ilustrasi pergerakan saham asia - - Foto: dok MI

Inflasi dan Suku Bunga Hantam Bursa Saham Asia

Antara • 23 Mei 2022 09:41
Hong Kong: Pasar saham Asia menghadapi awal pekan yang tidak pasti imbas kekhawatiran inflasi yang terus-menerus dan prospek kenaikan suku bunga.
 
Mengutip Antara, Senin, 23 Mei 2022, indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik tipis 0,04 persen, setelah ekuitas AS mengakhiri sesi akhir pekan lalu dengan kenaikan tak berarti untuk hari itu.
 
Indeks MSCI jatuh 3,6 persen bulan ini. Pada awal perdagangan, saham Australia naik 0,2 persen, sementara indeks saham Nikkei Jepang naik 0,85 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS 10-tahun menguat menjadi 2,7883 persen dari penutupan AS di 2,787 persen. Imbal hasil obligasi dua tahun, yang naik bersama ekspektasi pedagang untuk suku bunga dana Fed yang lebih tinggi, menyentuh 2,5869 persen, dari sebelumnya di 2,583 persen.
 
Ketidakpastian dalam sentimen pasar minggu ini mengikuti sedikit kenaikan S&P 500 pada Jumat pekan lalu yang hanya 0,01 persen. Sementara Nasdaq turun 0,30 persen dana Dow Jones Industrial Average naik 0,03 persen.
 
Terlepas dari kenaikan marjinal, indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatat kerugian tujuh minggu berturut-turut, penurunan beruntun terpanjang sejak akhir gelembung dotcom pada 2001. Indeks Dow mengalami penurunan mingguan kedelapan berturut-turut, terpanjang sejak 1932 selama Depresi Hebat (great depression).
 
Tekanan inflasi tetap menjadi perhatian utama bagi investor, mengingat angka inflasi grosir Jerman menunjukkan lonjakan yang lebih tinggi dari perkiraan. Ini mengindikasikan harga-harga akan tetap tinggi dalam jangka pendek di masa depan.
 
Indeks harga produsen Jerman untuk April meningkat 2,8 persen untuk bulan tersebut, yang berarti pertumbuhan tahunan tetap tinggi sebesar 33,5 persen.
 
Pada awal perdagangan Asia, dolar naik 0,04 persen terhadap yen menjadi 127,9. Masih jauh dari level tertinggi tahun ini 131,34 pada 9 Mei 2022.
 
Minyak mentah AS turun 0,04 persen menjadi diperdagangkan di USD110,24 per barel. Minyak mentah Brent naik 0,23 persen menjadi diperdagangkan di USD112,68 per barel.
 
Sementara itu, kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi global telah mengerek logam mulia. Emas spot terangkat 0,3 persen pada Senin pagi menjadi diperdagangkan di level USD1.847,02 per ons.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif