PM Inggris Boris Johnson. FOTO: Joe Giddens/POOL/AFP
PM Inggris Boris Johnson. FOTO: Joe Giddens/POOL/AFP

Ditentang Uni Eropa, Inggris Tetap Lanjutkan Perubahan Kesepakatan Brexit

Angga Bratadharma • 28 Juni 2022 12:02
London: Pemerintahan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akan melanjutkan undang-undang untuk membatalkan aturan tentang perdagangan usai Brexit dengan Irlandia Utara. Kondisi itu tentu berpotensi menimbulkan bentrokan lebih lanjut dengan Uni Eropa.
 
Undang-undang, yang secara sepihak akan menggantikan bagian dari kesepakatan usai Brexit yang disepakati pada 2020 oleh Inggris dan Uni Eropa, akan dikirim kembali ke majelis rendah parlemen untuk apa yang disebut pembacaan kedua.
 
Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss mengatakan prioritas London adalah untuk melindungi kesepakatan damai 1998 yang menurut Irlandia, Amerika Serikat, dan negara-negara lain dapat terancam dengan mengganti bagian-bagian dari Protokol Irlandia Utara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Undang-undang ini akan memperbaiki masalah yang telah dibuat oleh Protokol, memastikan bahwa barang dapat mengalir dengan bebas di Inggris, sambil menghindari perbatasan yang keras dan menjaga pasar tunggal UE," kata Truss, dilansir dari The Business Times, Selasa, 28 Juni 2022.
 
Baca: PM Inggris: Kemenangan Putin di Ukraina akan Menjadi 'Bencana'

"Sebuah solusi yang dinegosiasikan telah dan tetap menjadi pilihan kami, tetapi UE terus mengesampingkan perubahan Protokol itu sendiri -meskipun itu secara terang-terangan menyebabkan masalah serius di Irlandia Utara- yang karenanya berarti kami berkewajiban untuk bertindak," tambahnya.

Menghentikan beberapa pemeriksaan barang

Inggris berencana untuk menghentikan beberapa pemeriksaan barang yang pindah ke Irlandia Utara dari seluruh Inggris Raya dan itu menantang peran yang dimainkan oleh pengadilan UE. Duta Besar Uni Eropa untuk Inggris Joao Vale de Almeida mengatakan rencana Inggris itu ilegal dan tidak realistis.
 
"Ini adalah perjanjian yang kami tandatangani, ratifikasi, dan bahkan melalui pemilihan umum di negara ini,” kata Joao Vale de Almeida.
 
Komisi Eropa telah meluncurkan proses hukum terhadap Inggris, yang berpotensi mengarah pada perang dagang. Pejabat Uni Eropa mengatakan Johnson sedang mencoba untuk mendapatkan kembali dukungan di antara anggota parlemen di Partai Konservatif setelah ia memenangkan mosi tidak percaya awal bulan ini.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif