Logo IMF. Foto: AFP/Olivier Douliery.
Logo IMF. Foto: AFP/Olivier Douliery.

Belum Bikin Krisis, Perang Rusia-Ukraina Naikkan Risiko Keuangan Global

Ekonomi IMF komoditas Ekonomi Global IMF-World Bank Rusia-Ukraina Perang Rusia-Ukraina Rusia vs Ukraina
Media Indonesia.com • 20 April 2022 10:34
Washington: Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan invasi Rusia ke Ukraina mengguncang pasar. Sehingga mendorong negara-negara untuk memberlakukan tindakan pembalasan yang dapat merugikan ekonomi global.
 
Namun untungnya, belum ada krisis keuangan yang terjadi sebagai imbas dari invasi Rusia ke Ukraina. Dalam Laporan Stabilitas Keuangan Global terbaru, pemberi pinjaman krisis yang berbasis di Washington itu mengatakan, serangan Moskow terhadap tetangganya bukan peristiwa sistemis global dari sudut pandang keuangan, tetapi tetap menyusahkan ketika negara-negara pulih dari pandemi di tengah inflasi yang tinggi.
 
"Meskipun dampak ekonomi diantisipasi, terutama di kawasan perang dan Eropa, tidak ada peristiwa sistemis global yang memengaruhi lembaga keuangan atau pasar sejauh ini," kata IMF, dilansir Mediaindonesia.com, Rabu, 20 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, laporan tersebut memperingatkan risiko stabilitas keuangan telah meningkat di beberapa bidang. Risiko tersebut dapat menguji ketahanan pasar keuangan global di tengah ketidakpastian besar, terutama jika stres berinteraksi dengan kerentanan yang sudah ada.

Harga minyak dan komoditas melonjak


Harga minyak mentah dan komoditas lain melonjak secara global sejak invasi dimulai pada akhir Februari. Sanksi Barat terhadap Moskow meningkatkan risiko gagal bayar utang Rusia sehingga menimbulkan dampak susulan yang menyebar di luar sistem keuangannya.
 
IMF mengatakan perang telah mengkristalkan saluran penguatan spesifik dari guncangan yang beroperasi melalui pasar keuangan, seperti menyebabkan volatilitas harga komoditas. Konflik tersebut dapat mengejutkan harga komoditas dan mendorong inflasi lebih tinggi atau memicu serangan siber yang menghantam sistem keuangan global.
 
Ini dapat berdampak negatif pada pergeseran ke energi hijau di seluruh dunia. IMF mencatat harga komoditas yang lebih tinggi dan gangguan pasokan kemungkinan akan membuat transisi menuju energi terbarukan lebih mahal dan kompleks.
 
Di luar dampak perang, laporan itu menunjuk ke Tiongkok. Aksi jual baru-baru ini di saham dikombinasikan dengan krisis utang di sektor real estat dan peningkatan kasus covid-19 di negeri tersebut menimbulkan kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan dengan kemungkinan limpahan ke pasar negara berkembang. (AFP)
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif