Ilustrasi. FOTO: NYSE
Ilustrasi. FOTO: NYSE

Wall Street Berkabung, Aksi Jual Besar Buat Nasdaq Ambruk

Ekonomi Bursa Saham Wall Street Ekonomi Amerika Nasdaq
Angga Bratadharma • 27 April 2022 06:34
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) terpantau jatuh pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu pagi WIB). Saham teknologi Nasdaq ditutup turun hampir empat persen, karena aksi jual besar-besaran terjadi di Wall Street.
 
Mengutip Xinhua, Rabu, 27 April 2022, indeks Dow Jones Industrial Average jatuh sebanyak 809,28 poin atau 2,38 persen menjadi 33.240,18. Sedangkan indeks S&P 500 turun 120,92 poin atau 2,81 persen menjadi 4.175,20. Kemudian indeks Komposit Nasdaq turun 514,11 poin atau 3,95 persen menjadi 12.490,74.
 
Sebanyak 10 dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di area merah, dengan sektor kebijakan konsumen dan teknologi masing-masing turun 4,99 persen dan 3,71 persen, memimpin penurunan. Sedangkan sektor energi naik 0,05 persen, satu-satunya kelompok yang memperoleh keuntungan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saham Microsoft dan induk Google Alphabet keduanya turun lebih dari tiga persen menjelang laporan pendapatan. Saham raksasa teknologi AS lainnya, seperti Meta Platforms, Apple, Amazon, dan Netflix, semuanya ditutup turun secara signifikan. Aksi jual pasar terjadi karena kekhawatiran tentang Fed dan kenaikan suku bunga bank sentral lainnya telah meningkat.
 
Pekan lalu, sejumlah pejabat Fed menegaskan kembali keinginan mereka untuk menaikkan suku bunga secepatnya, memperkuat ekspektasi pasar bahwa Fed akan menaikkan suku bunga lebih dari yang diperkirakan.

Menurunkan inflasi

Ketua Fed Jerome Powell menegaskan tekad bank sentral AS untuk menurunkan inflasi, menunjukkan kenaikan 50 basis poin di atas meja pada pertemuan kebijakan Mei. Presiden Fed St Louis James Bullard mengaku tidak akan mengesampingkan kenaikan 0,75 persen dalam suku bunga dana Fed di beberapa titik.
 
"Ekspektasi pasar untuk tingkat suku bunga Fed akhir tahun naik dari 2,5 persen menjadi 2,8 persen pekan lalu, meningkatkan kekhawatiran tentang dampak pada pertumbuhan ekonomi," kata Analis UBS Global Wealth Management dalam sebuah catatan.
 
Wall Street telah menderita kerugian nyata pada April. Pada Selasa waktu setempat, indeks Dow mencatat penurunan sebanyak 4,1 persen untuk pengembalian bulanan. Sementara indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing jatuh 7,8 persen dan 12,2 persen.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif