Ilustrasi. Foto: AFP.
Ilustrasi. Foto: AFP.

Dolar AS Terjun Bebas

Ekonomi The Fed Dolar AS Mata Uang Indeks Dolar Bank Sentral Dolar Keok
Antara • 07 Mei 2022 09:44
New York: Mata uang dolar AS tergelincir terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah dua hari yang bergejolak. Hal ini karena investor fokus pada seberapa agresif bank sentral AS, Federal Reserve (Fed), dalam menaikkan suku bunga ketika menangani lonjakan inflasi.
 
Indeks dolar mencapai tertinggi 20 tahun semalam, karena permintaan safe haven, menyusul aksi jual tajam saham pada Kamis, 5 Mei 2022, didorong oleh kekhawatiran tentang pengetatan agresif The Fed dan karena mata uang Eropa melemah di tengah kekhawatiran tentang pertumbuhan di wilayah tersebut.
 
Namun demikian, indeks dolar menelusuri kembali beberapa keuntungan karena investor mengevaluasi berapa banyak hawkishness The Fed yang sudah diperhitungkan ke dalam greenback, dan karena beberapa analis menyatakan bahwa inflasi mungkin mendekati puncaknya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Data pada Jumat, 6 Mei 2022, menunjukkan pekerjaan AS meningkat lebih dari yang diharapkan pada April. Penghasilan rata-rata per jam naik 0,3 persen setelah naik 0,5 persen pada Maret. Itu menurunkan kenaikan upah tahun-ke-tahun menjadi 5,5 persen dari 5,6 persen pada Maret.
 
"Kabar baiknya adalah upah tidak naik secepat mereka dan itu akan mulai menenangkan spekulasi. Pasar akan menyadari bahwa mungkin inflasi sedang memuncak," kata Kepala Ekonom Pasar Spartan Capital Securities, Peter Cardillo, di New York, dilansir Antara, Sabtu, 7 Mei 2022.
 
Indeks dolar mencapai 104,07, tertinggi sejak Desember 2002, sebelum jatuh kembali ke 103,64, turun 0,09 persen hari ini.
 
"Mungkin hari ini adalah hari untuk tenang dan melihat lebih sedikit tindakan setelah dua hari yang sangat bergejolak, yang pada akhirnya meninggalkan kita di tempat kita memulai minggu ini dari segi dolar. Upah masih belum menjadi bintang sementara inflasi adalah fokus utama untuk semua prospek," kata Direktur Perdagangan Money USA, Juan Perez, di Washington.
 
The Fed harus menaikkan suku bunga lebih agresif dan mengambil risiko resesi jika masalah rantai pasokan tidak mulai surut, Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari mengatakan pada Jumat, ketika ia menegaskan kembali pembuat kebijakan dengan tajam mengamati seberapa jauh suku bunga harus naik di atas tingkat netral.
 
Fokus ekonomi utama AS berikutnya adalah data inflasi harga konsumen pada Rabu, 11 Mei 2022. Ini diperkirakan menunjukkan tekanan harga naik pada kecepatan tahunan 8,1 persen pada April, sedikit di bawah pembacaan Maret 8,5 persen, menurut estimasi median ekonom yang disurvei oleh Reuters.

Bank sentral Eropa

Euro juga mendapat dorongan oleh komentar yang relatif hawkish dari pejabat Bank Sentral Eropa (ECB). ECB akan menaikkan suku bunga depositonya kembali ke wilayah positif tahun ini, kata kepala bank sentral Prancis Francois Villeroy de Galhau, komentar yang menunjukkan dukungannya untuk setidaknya tiga kenaikan suku bunga pada 2022.
 
Pembuat kebijakan ECB Joachim Nagel juga mengatakan jendela waktu bank sentral untuk menaikkan suku bunga dalam menanggapi rekor inflasi tinggi perlahan-lahan ditutup, dalam indikasi ia mendukung langkah lebih cepat daripada nanti.
 
Euro terakhir berada di 1,0547 dolar, naik 0,08 persen hari ini, setelah sebelumnya jatuh ke 1,04830 dolar. Euro bertahan sedikit di atas level terendah lima tahun di 1,0470 dolar yang dicapai pada 28 April.
 
Mata uang tunggal telah melemah karena kawasan itu berjuang dengan pertumbuhan yang lebih lemah dan gangguan energi karena sanksi yang dikenakan pada Rusia setelah invasi ke Ukraina.
 
Produksi industri Jerman turun lebih dari yang diperkirakan pada Maret karena pembatasan pandemi dan perang di Ukraina mengganggu rantai pasokan, sehingga sulit untuk memenuhi pesanan, data resmi menunjukkan pada Jumat. Poundsterling jatuh ke level terendah sejak Juni 2020, sehari setelah bank sentral Inggris menaikkan suku bunga ke level tertinggi sejak 2009 tetapi memperingatkan ekonomi berisiko resesi.
 
Mata uang Inggris terakhir turun 0,20 persen pada 1,2331 dolar, setelah jatuh ke 1,2276 dolar. Di pasar mata uang kripto, bitcoin turun 1,7 persen menjadi USD35.892.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif