Ilustrasi. FOTO: Xinhua
Ilustrasi. FOTO: Xinhua

April, Irak Ekspor 101 Juta Barel Minyak di Tengah Konflik Rusia-Ukraina

Ekonomi minyak bumi Irak Minyak Mentah Rusia-Ukraina Rusia vs Ukraina
Angga Bratadharma • 03 Mei 2022 12:33
Baghdad: Kementerian Perminyakan Irak mencatat mengekspor sekitar 101 juta barel minyak mentah pada April dan menghasilkan pendapatan USD10,55 miliar. Kondisi itu terjadi di tengah melonjaknya harga minyak dunia usai Rusia memutuskan untuk melakukan invasi ke Ukraina.
 
"Harga jual rata-rata untuk minyak mentah pada April adalah USD104,09 per barel," menurut pernyataan kementerian, mengutip statistik dari Organisasi Negara untuk Pemasaran Minyak, dilansir dari Xinhua, Selasa, 3 Mei 2022.
 
Kementerian Perminyakan Irak mengatakan sebanyak 98,1 juta barel diekspor dari ladang minyak di Irak tengah dan selatan melalui Pelabuhan Basra, dan sekitar 2,99 juta barel dari provinsi utara Kirkuk melalui pelabuhan Turki Ceyhan di Mediterania.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Harga minyak telah meningkat di pasar global sejak pecahnya krisis Rusia-Ukraina, menguntungkan Irak dan negara-negara pengekspor minyak lainnya. Ekonomi Irak sangat bergantung pada ekspor minyak mentah, yang menyumbang lebih dari 90 persen pendapatan negara.
 
Sementara itu, harga minyak berbalik arah menjadi menetap di wilayah positif pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB), di tengah reli di pasar minyak diesel dan kekhawatiran bahwa pasokan mungkin dibatasi oleh potensi larangan Uni Eropa terhadap minyak mentah Rusia.
 
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli naik 44 sen atau 0,4 persen, menjadi USD107,58 per barel di London ICE Futures Exchange. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni bertambah 48 sen atau 0,5 persen, menjadi USD105,17 per barel di New York Mercantile Exchange.

Terus menguat

Diesel berjangka terus menguat setelah beralih ke kontrak Juni pada Senin waktu setempat melonjak 5,0 persen menjadi USD4,0172 per galon, karena rendahnya pasokan persediaan secara global memberikan tekanan pada harga WTI dan Brent.
 
"Item utama adalah penguatan lebih lanjut di pasar diesel yang bertindak untuk menarik minyak mentah lebih tinggi," kata Presiden Ritterbusch and Associates Jim Ritterbusch, di Galena, Illinois.
 
Kedua acuan turun lebih dari USD2,00 di awal sesi di tengah berita bahwa Komisi Eropa dapat menghindarkan Hungaria dan Slovakia dari embargo minyak Rusia saat bersiap untuk menyelesaikan sanksi berikutnya terhadap Rusia pada Selasa waktu setempat.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif