Ilustrasi. FOTO: Xinhua
Ilustrasi. FOTO: Xinhua

Balik Arah, Emas Dunia Pamer Kemilau

Antara • 25 November 2021 07:53
Chicago: Emas berjangka sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB). Kondisi itu meskipun sejumlah data ekonomi AS yang kuat mengangkat dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah, dengan kegelisahan seputar kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari perkiraan dari Federal Reserve menambah suasana suram.
 
Mengutip Antara, Kamis, 25 November 2021, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, naik tipis 50 sen AS atau 0,03 persen menjadi USD1.784,30 per ons, setelah menandai penyelesaian terendah sejak 3 November pada Selasa, 23 November, dan mencatat penurunan selama empat sesi berturut-turut.
 
Sebaliknya, di pasar spot harga emas jatuh 0,4 persen menjadi diperdagangkan di USD1.783,18 per ons pada pukul 19.23 GMT, setelah jatuh ke level terendah sejak 4 November di USD1.777,80 di awal sesi.

Sehari sebelumnya, Selasa, 23 November, emas berjangka anjlok USD22,5 atau 1,25 persen menjadi USD1.783,80, setelah terperosok USD45,3 atau 2,45 persen menjadi USD1.806,30 pada Senin, 22 November, dan jatuh USD9,8 atau 0,53 persen menjadi USD1.851,60 pada Jumat, 19 November.
 
Emas jatuh di bawah level psikologis 1.800 dolar AS awal pekan ini karena pencalonan ulang Ketua Fed Jerome Powell mendukung spekulasi pengetatan kebijakan moneter yang lebih cepat, mendorong dolar dan pada gilirannya membuat emas lebih mahal bagi pembeli luar negeri.
 
"Pasar emas sedang tertekan oleh kekhawatiran The Fed mungkin mulai meningkatkan tapering atau membawa kenaikan suku bunga lebih cepat dari yang diantisipasi sebelumnya," kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures David Meger.
 
Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil. "Investor emas juga tampaknya mengabaikan kemungkinan inflasi moderat, mengingat penurunan harga energi baru-baru ini," kata Analis ED&F Man Capital Markets Edward Meir.

Departemen Tenaga Kerja AS

Tekanan kian menumpuk, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan 199.000 klaim pengangguran awal dalam pekan yang berakhir 20 November, level terendah sejak 1969. Departemen Perdagangan AS merevisi pertumbuhan produk domestik bruto naik menjadi 2,1 persen pada tingkat tahunan di kuartal ketiga, dibandingkan dengan 2,0 persen yang dilaporkan sebelumnya.
 
Departemen juga melaporkan bahwa pesanan barang tahan lama AS turun 0,5 persen pada Oktober menyusul penurunan 0,4 persen pada September. Defisit perdagangan barang AS menyempit 14,6 persen menjadi 82,9 miliar dolar pada Oktober, menurut perkiraan lanjutan Departemen Perdagangan.
 
Indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi, ukuran inflasi AS yang umum digunakan, naik 0,6 persen pada Oktober, kata Departemen Perdagangan AS. Ini adalah pertumbuhan tercepat sejak November 1990.
 
Risalah Fed yang dirilis tak lama setelah penutupan pasar menunjukkan bahwa beberapa pejabat Fed berpikir inflasi mungkin membutuhkan lebih banyak waktu untuk mereda daripada yang diperkirakan semula, dan langkah yang lebih cepat dari pengurangan pembelian obligasi dijamin pada pertemuan November dan bergerak lebih cepat untuk menaikkan suku bunga.
 
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 6,1 sen atau 0,26 persen, menjadi ditutup pada USD23,496 per ons. Platinum untuk pengiriman Januari naik USD11,1 atau 1,15 persen menjadi ditutup pada USD975,3 per ons. Pasar AS akan tutup pada Kamis waktu setempat untuk liburan Thanksgiving
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan