Gedung AIIB. Foto: AFP.
Gedung AIIB. Foto: AFP.

Atasi Covid-19

AIIB Belum Berencana Tambah Pinjaman bagi Indonesia

Ekonomi Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB)
Antara • 29 Juli 2020 09:16
Jakarta: Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) belum berencana untuk meningkatkan pinjaman bagi Indonesia dalam rangka mengatasi dampak pandemi covid-19. Meski demikian, ada harapan agar Indonesia mampu mengatasi efek buruk dari terjadinya pandemi covid-19.
 
Vice President and Chief Administration Officer AIIB Luky Eko Wuryanto menyatakan pinjaman dapat ditingkatkan apabila terdapat sertifikasi yang diberikan oleh pemerintah dan ada alasan yang kuat.
 
"Kalau untuk Crisis Recovery Facility (CRF) kami belum ada rencana lagi untuk menambah pinjaman," katanya, dikutip dari Antara, Rabu, 29 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Luky menjelaskan alasan AIIB belum berencana meningkatkan pinjaman untuk Indonesia karena pihaknya juga ingin membantu negara lain untuk mengatasi dampak covid-19.
 
"Di sisi lain kami ingin membantu negara lain juga terkait dengan kebutuhan krisis atau CRF dengan pandemi yang dihadapi global," ujarnya.
 
Tak hanya itu, ia menuturkan, dana AIIB juga tidak sebanyak yang dimiliki oleh Bank Dunia dan Asian Development Bank (ADB) sehingga pihaknya berupaya untuk adil dengan negara anggota lain.
 
"Itu dibutuhkan sebuah balance antara fasilitas yang kami punya tidak sebanyak yang dipunyai lembaga lain seperti ADB ataupun WB. Jadi kita coba untuk menggapai sebanyak mungkin negara anggota yang lain," jelasnya.
 
Luky menjelaskan sejauh ini AIIB telah menyetujui dana pinjaman sebesar USD1 miliar yang terdiri dari USD250 juta untuk mendukung sektor kesehatan dan USD750 juta untuk mendukung kebijakan pemerintah mengatasi dampak covid-19.
 
"Tidak menutup (menambah) tapi sepertinya kami akan memberikan prioritas ke negara lain. Tapi tentunya tergantung pada pemerintah Indonesia kebutuhannya apa," ujarnya.
 
Ia menyatakan progress dari dana sebesar USD1 miliar tersebut saat ini dalam proses pencairan yang bergantung pada perjanjian dalam pinjaman.
 
"Kami minta persyaratan bahwa semua conditionality dalam perjanjian sudah dipenuhi maka segera dicairkan sekaligus. Saya tidak tahu persis dalam konteks Indonesia jadi langsung tanya ke Kemenkeu," pungkasnya.
 

(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif