Mata uang Rusia, Rubel. Foto; AFP.
Mata uang Rusia, Rubel. Foto; AFP.

Mata Uang Rubel Menuju Level Tertinggi terhadap Dolar AS dan Euro

Antara • 23 Mei 2022 17:11
Moskow: Mata uang rubel Rusia menuju kembali ke level tertinggi multi-tahun yang dicapai terhadap Dolar AS dan Euro pekan lalu. Hal ini didukung oleh kontrol modal dan periode pajak akhir bulan mendatang.
 
Dikutip dari Antara, Senin, 23 Mei 2022, pada pukul 07.54 GMT, mata uang rubel menguat 2,5 persen di USD 58,74, tidak jauh dari USD 57,0750, level terkuatnya sejak akhir Maret 2018, yang dicapai pada Jumat, 20 Mei 2022. Mata uang Rusia itu telah terangkat 2,3 persen untuk diperdagangkan pada 61,38 versus euro, mendekati titik terkuatnya sejak Juni 2015 di 59,02 versus euro, juga dicapai pada Jumat, 20 Mei 2022.
 
Mata uang rubel telah menguat sekitar 30 persen terhadap Dolar AS tahun ini meskipun terjadi krisis ekonomi skala penuh di Rusia, menjadikannya mata uang berkinerja terbaik di dunia, meskipun secara artifisial didukung oleh kontrol modal yang diberlakukan pada akhir Februari untuk melindungi sektor keuangan Rusia setelah mengirim puluhan ribu tentara ke Ukraina.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kenaikan mata uang Rubel didorong oleh perusahaan-perusahaan yang berfokus pada ekspor yang diwajibkan untuk mengkonversi pendapatan mata uang asing mereka setelah sanksi Barat membekukan hampir setengah dari cadangan emas dan valas Rusia. Tuntutan Rusia agar pembeli asing membayar gas dalam rubel juga berkontribusi pada reli rubel baru-baru ini, kata para analis pekan lalu.
 
BCS Express menjelaskan pasokan mata uang asing dari eksportir, harga minyak yang tinggi dan periode pajak akhir bulan mendatang yang biasanya mendorong perusahaan yang berfokus pada ekspor untuk mengubah pendapatan valas mereka menjadi rubel untuk memenuhi kewajiban lokal, semuanya mendukung mata uang Rusia.
 
Harian Vedomosti mengutip sebuah sumber, mengatakan bank sentral telah mulai membeli mata uang asing untuk menghentikan penguatan rubel yang tidak terkendali. Bank sentral membantah laporan itu, dengan mengatakan informasi ini tidak sesuai dengan kenyataan.
 
"Jika bank sentral melakukan intervensi seperti itu, efek pada nilai tukar rubel akan lebih terlihat, Namun demikian, berita semacam itu dapat mempengaruhi perilaku pelaku pasar dan memicu pelemahan rubel." kata Analis Promsvyazbank. Sementara itu, indeks saham Rusia beragam. Indeks RTS berdenominasi dolar naik 2,2 persen menjadi 1.277,2 poin. Indeks MOEX Rusia berbasis rubel turun 0,4 persen menjadi 2.364,3 poin.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif