Ilustrasi. Foto: AFP
Ilustrasi. Foto: AFP

Harga Minyak Naik Dipicu Perkiraan Defisit Pasokan

Ekonomi Minyak Mentah pandemi covid-19 Harga Minyak Naik
Antara • 16 Oktober 2021 09:05
New York: Harga minyak menguat pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), menyentuh level tertinggi tiga tahun di atas USD85 per barel.
 
Naiknya harga minyak didorong oleh perkiraan defisit pasokan dalam beberapa bulan ke depan. Pelonggaran pembatasan mobilitas telah memicu permintaan.
 
Melansir Antara, Sabtu, 16 Oktober 2021, minyak mentah berjangka Brent bertambah 86 sen atau 1,0 persen menjadi ditutup di USD84,86 per barel. Harga bulan depan, yang menyentuh level tertinggi sejak Oktober 2018 di USD85,10 mencatat kenaikan mingguan 3,0 persen, kenaikan mingguan keenam berturut-turut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS terangkat 97 sen atau 1,2 persen, menjadi USD82,28 per barel. WTI melonjak 3,5 persen untuk minggu ini dan merupakan kenaikan mingguan kedelapan berturut-turut.
 
Permintaan minyak telah meningkat seiring dengan pemulihan dari pandemi covid-19. Selain itu, juga didorong peralihan penggunaan gas dan batu bara yang mahal ke bahan bakar minyak dan solar.
 
Gedung Putih mengatakan akan mencabut pembatasan perjalanan untuk warga negara asing yang sudah divaksinasi penuh dan akan efektif pada 8 November.
 
Sementara itu, penurunan tajam stok minyak di Amerika Serikat dan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) diperkirakan akan membuat pasokan global tetap ketat.
 
"Dibutuhkan tiga peristiwa untuk menggagalkan reli harga minyak ini: OPEC+ secara tak terduga meningkatkan produksi, cuaca hangat melanda Belahan Bumi Utara, dan jika pemerintahan Biden memanfaatkan cadangan minyak strategis," kata analis pasar senior di Oanda, Edward Moya.
 
Perusahaan energi AS minggu ini menambahkan rig minyak dan gas alam selama enam minggu berturut-turut karena melonjaknya harga minyak mentah mendorong pengebor untuk kembali ke sumur.
 
Badan Energi Internasional (IEA) pada Kamis pekan ini mengatakan krisis energi diperkirakan akan meningkatkan permintaan minyak sebesar 500 ribu barel per hari (bph).
 
Itu akan memicu kesenjangan pasokan sekitar 700 ribu barel per hari hingga akhir tahun ini, sampai Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, bersama-sama disebut OPEC+ menambahkan lebih banyak pasokan, seperti yang direncanakan pada Januari.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif