Iilustrasi ekonomi di Singapura. Foto: MEWR
Iilustrasi ekonomi di Singapura. Foto: MEWR

Singapura Siap Buka 80% Perekonomian

Ekonomi ekonomi singapura singapura virus corona
Nia Deviyana • 01 Juni 2020 14:58
Singapura: Menteri Perdagangan Singapura Chan Chun Sing berharap sebagian besar ekonomi di negara itu kembali ke jalurnya pada Juni.
 
Negeri Singa itu mulai memberlakukan pembatasan pada awal April untuk menekan penyebaran wabah covid-19, menutup sekolah-sekolah hingga meminta sebagian besar kantor untuk menerapkan bekerja jarak jauh atau bekerja dari rumah.
 
Mulai Selasa, langkah-langkah pelonggaran akan diatur dalam tiga fase.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pada fase satu, ada 80 persen dari ekonomi kembali ke jalurnya. Kemudian sektor utama yang tersisa, yakni ritel dan F&B (makanan dan minuman), kami harap akan dibuka kembali pada akhir Juni," kata Chan seperti dilansir dari CNBC International, Senin, 1 Juni 2020.
 
Singapura menjadi salah satu negara Asia dengan jumlah kasus covid-19 terbanyak, dengan lebih dari 34.800 orang terinfeksi sejauh ini, menurut data dari Johns Hopkins University.
 
Sebagian besar kasus berasal dari kluster asrama yang menampung pekerja asing sektor konstruksi padat karya.
 
Beberapa orang akan diizinkan untuk kembali bekerja pada fase pertama, meskipun beberapa bisnis masih didorong untuk bekerja dari rumah bila memungkinkan. Sekolah juga akan dibuka kembali meskipun belajar dari rumah masih akan diterapkan pada beberapa hari ke depan.
 
Chan mengatakan pemerintah telah bekerja sama dengan perusahaan dan para pekerja untuk menerapkan langkah-langkah yang diperlukan di lingkungan kerja dan transportasi. Bagaimana social distancing dapat di lingkungan publik dapat dibuka dengan aman, dan yang paling penting, dapat dibuka secara berkelanjutan.
 
Singapura akan memantau dampak peningkatan aktivitas pada fase pertama, dan jika tingkat infeksi tetap rendah selama minggu-minggu berikutnya, maka akan beralih ke fase kedua.
 
Chan mengatakan bahwa penularan virus melalui komunitas asrama pekerja asing telah stabil dalam beberapa pekan terakhir. Namun, Singapura membutuhkan waktu lebih lama untuk mengidentifikasi semua kasus, termasuk yang tanpa gejala.
 
Singapura adalah salah satu negara paling awal di luar Tiongkok yang melaporkan kasus covid-19. Namun, kasus di asrama yang penuh sesak menyebabkan lonjakan angka infeksi, yang mengarah pada pertanyaan tentang kondisi kehidupan pekerja asing.
 
Chan mengatakan Singapura harus meningkatkan standar kebersihan asrama-asrama itu ketika negara itu terus menilai situasi. Bagaimana lingkungan kerja, dan interaksi sosial di luar jam kerja juga perlu diperhatikan untuk memastikan pekerja dalam kondisi aman berinteraksi di ruang publik.
 
Adapun keputusan melonggarkan lockdown sempat menimbulkan pro dan kontra. Korea Selatan, yang sebelumnya berhasil mengatasi lonjakan kasus, kini kembali khawatir dengan peningkatan kasus gelombang kedua setelah melakukan pelonggaran.
 
Namun, Chan mengatakan langkah-langkah pembukaan kembali yang aman di Singapura justru dimaksudkan untuk mengidentifikasi masalah.
 
"Jika kasus muncul lagi, kita bisa menutup sektor itu, mengisolasi masalahnya, dan tidak harus menutup seluruh perekonomian lagi," katanya.
 

 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif