DBS. Foto: Istimewa.
DBS. Foto: Istimewa.

DBS Makin Optimistis! Target 2026 Dinaikkan usai Cetak Laba Rekor

Arif Wicaksono • 06 Agustus 2026 12:47

Singapura: Di tengah kondisi ekonomi yang mulai menunjukkan tanda-tanda membaik, DBS Group tampil percaya diri. Bank terbesar di Singapura ini resmi menaikkan target kinerja untuk 2026 setelah membukukan laba bersih kuartal II yang melampaui ekspektasi pasar.

Pada periode April–Juni 2026, DBS mencatat laba bersih sebesar 3,08 miliar Dolar SIngapura atau sekitar USD2,40 miliar, naik sekitar 9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 2,82 miliar Dolar Singapura. Capaian ini juga lebih tinggi dari proyeksi analis yang berada di kisaran 2,88 miliar Dolar Singapura.

Baca juga:  DBS Andalkan AI dan Wealth Management sebagai Mesin Pertumbuhan Bisnis

Kinerja positif tersebut ditopang oleh bisnis pengelolaan kekayaan (wealth management), penjualan treasury, serta aktivitas perdagangan yang tetap solid. Pendapatan dari lini tersebut berhasil menutupi tekanan akibat penurunan suku bunga.

DBS juga mengumumkan dividen sebesar 0,81 Dolar Singapura per saham untuk kuartal II 2026. Nilai itu terdiri dari dividen reguler sebesar 0,66 Dolar Singapura dan tambahan pengembalian modal sebesar 0,15 Dolar Singapura per saham. Total dana yang disiapkan untuk pembayaran dividen diperkirakan mencapai 2,3 miliar Dolar Singapura.

Di sisi lain, margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) memang turun menjadi 1,87% dari 2,05% pada tahun sebelumnya. Meski begitu, pertumbuhan pinjaman dan dana pihak ketiga yang tetap kuat membuat kinerja bank secara keseluruhan tetap terjaga.

CEO DBS, Tan Su Shan, mengatakan hasil semester pertama menjadi bukti bahwa strategi perusahaan berjalan sesuai rencana. Ia juga mengungkapkan bahwa aset kelolaan bisnis wealth management DBS kini telah menembus 500 miliar Dolar Singapura untuk pertama kalinya.

Melihat performa tersebut, DBS menaikkan proyeksi bisnis sepanjang 2026. Perseroan memperkirakan total pendapatan tahun ini akan melampaui pencapaian 2025. Pendapatan bunga bersih juga diprediksi mampu kembali menyamai level tahun lalu, sementara pendapatan non-bunga diperkirakan tumbuh di kisaran belasan persen, terutama didorong oleh bisnis wealth management.

Ke depan, DBS memperkirakan suku bunga akan relatif stabil. Pertumbuhan simpanan diprediksi tetap berada pada kisaran satu digit, sedangkan rasio biaya terhadap pendapatan dipertahankan di level rendah sekitar 40%.

Untuk menjaga kualitas aset, bank juga memperkirakan pencadangan kredit bermasalah pada semester II berada di kisaran 17–20 basis poin dari total pinjaman. Selain itu, cadangan umum yang dimiliki dinilai cukup kuat untuk mengantisipasi berbagai risiko ekonomi.

Dengan performa yang sudah mencetak rekor di paruh pertama tahun ini, DBS yakin mampu tetap tumbuh dan memanfaatkan peluang bisnis meski kondisi suku bunga global masih penuh tantangan.


 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan