Ilustrasi papan penunjuk arah Wall Street - - Foto: dok AFP
Ilustrasi papan penunjuk arah Wall Street - - Foto: dok AFP

Wall Street Beragam, Indeks S&P 500 dan Nasdaq Rontok

Antara • 17 Mei 2022 06:56
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street bervariasi pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB), karena volatilitas pasar berlanjut, khususnya setelah ekonomi Tiongkok melambat.
 
Mengutip Antara, Selasa, 17 Mei 2022, indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 26,76 poin atau 0,08 persen menjadi 32.223,42. Indeks S&P 500 terkikis 15,88 poin atau 0,39 persen menjadi 4.008,01. Indeks Komposit Nasdaq jatuh 142,21 poin atau 1,20 persen, menjadi 11.662,79.
 
Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor konsumen non-primer dan teknologi masing-masing tergelincir 2,12 persen dan 0,91 persen, memimpin kerugian. Sementara itu, sektor energi terangkat 2,62 persen, merupakan kelompok berkinerja terbaik.
 
Indeks S&P 500 ditutup lebih rendah seiring dengan jatuhnya saham Tesla dan saham teknologi lainnya. Aktivitas ekonomi Tiongkok suram imbas lamanya lockdown yang berdampak besar pada konsumsi, produksi industri, dan lapangan kerja.
 
Namun, saham-saham energi mendapat dorongan dari optimisme bahwa Tiongkok akan melihat pemulihan permintaan yang signifikan setelah kasus covid-19 mereda di wilayah tersebut.
 
"Setelah reli besar pada Jumat kemarin, orang-orang melihat sekeliling dan bertanya apakah itu terasa berkelanjutan," kata ahli strategi investasi Ross Mayfield.
 
Banyak saham pertumbuhan megacab Wall Street lebih rendah, dengan Amazon dan pemilik Google Alphabet kehilangan lebih dari satu persen dan membebani indeks S&P 500 dan Nasdaq.
 
Twitter turun lebih dari 8,0 persen setelah Bloomberg melaporkan Elon Musk membeli perusahaan media sosial itu dengan harga lebih rendah dari yang sebelumnya disepakati. Tesla, yang dipimpin Musk, juga anjlok hampir 6,0 persen.
 
Volume transaksi di bursa AS mencapai 11,3 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 13,2 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif