Ilustrasi. FOTO: CNBC International
Ilustrasi. FOTO: CNBC International

JP Morgan: Dunia Butuh Investasi Energi USD1,3 Triliun hingga 2030

Ekonomi investasi Energi Terbarukan jpmorgan
Antara • 21 April 2022 10:01
London: JP Morgan dalam prospek energi tahunan pertamanya mengungkapkan dunia perlu mendapatkan investasi tambahan senilai USD1,3 triliun hingga 2030 untuk meningkatkan semua jenis produksi energi dan infrastruktur dari energi terbarukan hingga minyak dan gas untuk menghindari krisis energi.
 
"Temuan utama kami adalah pada 2030, pertumbuhan permintaan energi akan melebihi pertumbuhan pasokan sekitar 20 persen berdasarkan tren saat ini, terutama didorong oleh negara-negara berkembang dan upaya mereka untuk mengembangkan dan mengangkat warganya keluar dari kemiskinan," kata Ahli Strategi Marko Kolanovic dan Christyan Malek.
 
Mengutip Antara, Kamis, 21 April 2022, investasi harus mencakup semua bahan bakar, termasuk minyak dan gas, energi terbarukan dan nuklir, dengan permintaan minyak saja diperkirakan akan tumbuh sekitar 10 persen pada 2030 dan gas sebesar 18 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak semua bahan bakar dibuat sama, dan untuk sebagian besar (dan dalam rentang waktu ini), sumber energi yang berbeda tidak sepenuhnya dapat dipertukarkan, panel surya tidak dapat menggantikan minyak, yang dibutuhkan misalnya dalam produksi industri petrokimia," kata pernyataan tersebut di mana 30 analis JP Morgan berkontribusi.
 
Penelitian ini kontras dengan pesan dari Badan Energi Internasional (IEA) yang tahun lalu mengatakan tidak diperlukan investasi baru dalam bahan bakar fosil. IEA sejak itu mengklarifikasi pandangannya hanyalah salah satu skenario yang disarankan dan meminta OPEC untuk memompa lebih banyak minyak.
 
"Dalam skala yang sangat panjang, semua sumber energi saat ini akan dilihat sebagai transisi ke sumber energi yang lebih aman, bersih, dan lebih murah. Jangka panjang, ini mungkin hanya disediakan oleh fusi nuklir," ungkap pandangan JP Morgan.
 
"Sampai teknologi yang terukur, andal, bersih, dan terjangkau tersedia, dunia perlu bekerja dengan semua sumber energi saat ini -fosil dan non-fosil- dan kekurangannya masing-masing," katanya.
 
Dikatakan, pengeluaran penggunaan akhir global untuk energi akan meningkat menjadi 9,5 persen dari PDB pada 2022 dari rata-rata 2015-2019 sebesar 8,4 persen. "Peningkatan lebih lanjut dalam biaya energi akan menimbulkan kemungkinan yang lebih besar dari keresahan masyarakat dan perlambatan dalam transisi energi," pungkas JP Morgan.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif