Melansir Nikkei, Kamis, 3 Juni 2021, Monde Nissin mencatatkan sahamnya yang membuat perusahaan tersebut mencetak rekor penawaran umum perdana yang memberi tambahan modal bagi perusahaan untuk memperluas segmen utama mi dan daging nabati.
Perusahaan, yang membuat lini mi instan terlaris Filipina, Lucky Me!, dan memiliki merek pengganti daging Inggris Quorn, mengumpulkan USD48,6 miliar peso atau setara USD1 miliar dalam IPO terbesar di negara itu bulan lalu.
Namun perdagangan di Bursa Efek Filipina dimulai dengan lambat. Saham Monde malah turun 0,15 persen pada pembukaan perdagangan di level 13,48 peso dan ditutup pada harga yang sama. Hal ini sejalan dengan kinerja indeks acuan Manila, yang turun 0,02 persen.
Namun demikian, IPO Monde Nissin, yang mencakup opsi untuk menjual lebih dari 540 juta lembar saham, merupakan keuntungan bagi PSE, yang secara historis tertinggal di antara bursa Asia Tenggara.
Sekretaris Keuangan Filipina Carlos Dominguez, berbicara saat pencatatan perdana, menyebut IPO sebagai bukti kepercayaan tinggi investor dalam pemulihan pascapandemi ekonomi Filipina yang menyusut dengan rekor 9,6 persen tahun lalu. Hal ini membuat ekonomi Filipina menjadi yang terburuk di Asia Tenggara.
CEO Monde Nissin Henry Soesanto menekankan potensi anak perusahaannya di Inggris, Quorn, berada di garis depan pergeseran global menuju makanan yang diproduksi secara berkelanjutan untuk konsumen yang sadar kesehatan dan lingkungan.
IPO Monde Nissin yang bernilai 242,6 miliar peso, didukung oleh 11 investor utama, termasuk Fidelity International, GIC Singapura, dan perusahaan asuransi Hong Kong AIA. Para investor kunci itu melahap lebih dari setengah saham yang ditawarkan. Seluruh penawaran itu berkali-kali kelebihan langganan.
Harga penawaran Monde Nissin sudah premium dibandingkan dengan rekan-rekannya yakni masing-masing 13,5 peso. Pialang lokal COL Financial menempatkan rasio harga-pendapatan perusahaan pada 26,5 kali, sedikit di atas Universal Robina yang dipimpin Gokongwei, serta 24,5 kali, dan rata-rata 21 kali untuk saham negara yang berfokus pada konsumen.
Monde Nissin, yang tidak berafiliasi dengan konglomerat makanan Nissin Jepang, mencari keuntungan dari ekonomi berbasis konsumen Filipina, rumah bagi sekitar 110 juta orang, dan tren alternatif daging nabati yang berkembang.
Perusahaan ini adalah pemimpin pasar di segmen mi instan Filipina, dengan Lucky Me! menguasai sekitar 70 persen pasar. Perseroan juga memiliki nama rumah tangga lokal seperti kerupuk Sky Flakes dan bumbu Mama Sita.
Perusahaan mengambil alih merek Quorn pada 2015 seharga 550 juta poundsterling dalam salah satu akuisisi luar negeri terbesar oleh perusahaan Filipina.
Selain itu, perusahaan berencana untuk memperluas segmen bisnis tersebut dengan menggunakan hampir 60 persen dari hasil IPO untuk membiayai program belanja modal tiga tahun. Sisanya akan digunakan sebagian besar untuk membayar utang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News