Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai pasangan XAU/USD kini berada dalam fase bullish pada timeframe H4. Hal ini terlihat dari keberhasilan harga menembus level resistance penting yang sebelumnya menjadi batas atas pergerakan. Breakout tersebut kerap dipandang sebagai sinyal awal terbentuknya tren naik yang lebih kuat.
| Baca juga: Emas Berpotensi Menuju USD5.250, Sentimen Global Dorong Momentum Penguatan |
Dalam kondisi seperti ini, minat beli biasanya meningkat seiring bertambahnya kepercayaan pelaku pasar terhadap prospek kenaikan lanjutan. Meski begitu, pergerakan harga emas tidak selalu mulus. Potensi koreksi jangka pendek tetap terbuka dan menjadi bagian dari dinamika pasar yang wajar.
Justru, fase koreksi ini dapat dimanfaatkan sebagai peluang masuk yang lebih ideal. Dalam analisis teknikal, area Fibonacci retracement 61,8% kerap menjadi titik pantulan yang krusial. Level yang dikenal sebagai golden ratio ini sering menjadi pijakan sebelum harga melanjutkan tren utamanya.
Indikator teknikal lain turut memperkuat pandangan bullish. Harga emas saat ini bergerak di atas Moving Average 21 dan 34, yang mencerminkan tren kenaikan masih dominan dalam jangka menengah. Posisi tersebut umumnya menandakan tekanan beli masih menguasai pasar.
Di sisi lain, indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought namun masih mengarah naik. Ini mengindikasikan momentum beli yang tetap kuat, meski membuka ruang koreksi dalam waktu dekat. Koreksi tersebut lebih bersifat teknikal ketimbang sinyal pembalikan arah.
Dari sisi fundamental, sejumlah faktor global ikut menopang harga emas. Potensi pelemahan dolar Amerika Serikat menjadi salah satu katalis utama, terutama jika data ekonomi menunjukkan perlambatan, seperti inflasi yang menurun atau pasar tenaga kerja yang melemah.
Selain itu, ekspektasi penurunan suku bunga oleh bank sentral AS turut memperkuat daya tarik emas. Dalam lingkungan suku bunga rendah, emas menjadi lebih kompetitif karena tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen berbunga.
Ketidakpastian global juga terus menjaga permintaan terhadap aset safe haven tetap tinggi. Baik ketegangan geopolitik maupun kondisi ekonomi yang belum stabil membuat investor cenderung mencari perlindungan di emas.
Faktor lain yang tak kalah penting adalah penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Ketika yield turun, biaya peluang memegang emas ikut berkurang, sehingga logam mulia ini menjadi semakin menarik.
Dengan dukungan teknikal dan fundamental tersebut, tren bullish emas dinilai masih memiliki ruang untuk berlanjut dalam jangka pendek hingga menengah. Namun, pelaku pasar tetap perlu mencermati potensi koreksi sebagai bagian dari strategi yang lebih disiplin.
Secara keseluruhan, prospek emas hari ini masih positif. Selama harga mampu bertahan di atas level support kunci, peluang kenaikan tetap terbuka, meski volatilitas jangka pendek tidak bisa dihindari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News