Ilustrasi. Foto: AFP
Ilustrasi. Foto: AFP

Dolar AS Menaklukkan Sebagian Besar Mata Uang Utama Dunia

Antara • 06 Desember 2022 06:54
New York: Dolar AS menguat terhadap yen, euro, dan pound pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), setelah data menunjukkan aktivitas industri jasa AS secara tak terduga meningkat pada November. Hal itu mendorong spekulasi bahwa Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga lebih dari yang diproyeksikan baru-baru ini.
 
Institute for Supply Management (ISM) mengatakan PMI non-manufaktur meningkat menjadi 56,5 bulan lalu dari 54,4 pada Oktober. Capaian itu menunjukkan bahwa sektor jasa tetap tangguh dalam menghadapi peningkatan suku bunga. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan PMI non-manufaktur turun menjadi 53,1.
 
Hasil survei itu juga mengikuti data pekerjaan dan pertumbuhan upah yang lebih kuat dari perkiraan pada November.
 
Ekonom BMO Capital Markets, Priscilla Thiagamoorthy mengatakan, laporan positif telah meningkatkan optimisme ekonomi dapat menghindari resesi tahun depan, dengan pertumbuhan yang melambat tajam, sementara juga memicu spekulasi tentang seberapa tinggi suku bunga akan naik.
 
"Data PMI jasa-jasa ISM menyoroti ekonomi AS yang masih menunjukkan kekuatan, meskipun kondisi keuangan lebih ketat," katanya dilansir Antara, Selasa, 6 Desember 2022.
 
Baca juga: Tereseret Dolar AS, Harga Emas Dunia Merosot 
 
"Sementara itu adalah kabar baik untuk prospek pertumbuhan, itu tidak terlalu baik bagi The Fed untuk mencoba meredam permintaan dan mengurangi inflasi," imbuhnya.
 
Di sisi lain, Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell telah mengatakan pada pekan lalu bank sentral AS dapat mengurangi laju kenaikan suku bunga setelah Desember.
 
Dolar naik 1,68 persen terhadap yen menjadi 136,615 yen, bangkit dari level terendah tiga setengah bulan Jumat, 2 Desember 2022 di 133,62, sementara poundsterling, yang telah naik ke level tertinggi lebih dari lima bulan di 1,2345 dolar di perdagangan Asia pada Senin, 5 Desember 2022, turun 0,94 persen pada 1,2178 dolar pada pukul 19.15 GMT.
 
Euro turun 0,42 persen menjadi 1,0494 dolar, setelah sebelumnya naik ke 1,0585 dolar, level tertinggi sejak 28 Juni.
 
Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama lainnya naik 0,71 persen menjadi 105,2920, setelah jatuh 1,4 persen minggu lalu, dan 5,0 persen pada November, bulan terburuk sejak 2010.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif