Grab Singapura. Foto: Unsplash.
Grab Singapura. Foto: Unsplash.

Grab Singapura Naikan Proyeksi Pendapatan di 2026

Arif Wicaksono • 04 Agustus 2026 15:26
Ringkasnya gini..
  • Grab Singapura menaikkan proyeksi pendapatan dan laba tahunannya pada hari ini.
  • Perusahaan sekarang memperkirakan pendapatan antara USD4,10 miliar dan USD4,15 miliar untuk tahun 2026, dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya sebesar USD4,04 miliar hingga USD4,10 miliar.

Jakarta: Grab Singapura menaikkan proyeksi pendapatan dan laba tahunannya pada hari ini. Grab mengandalkan promosi dan upaya ekspansi untuk mendorong permintaan layanan transportasi dan pengiriman barangnya.

Dikutip dari Channel News Asia, Selasa, 4 Agustus 2028, proyeksi yang optimis dan program pembelian kembali saham senilai USD750 juta mendorong saham perusahaan yang terdaftar di Nasdaq ini naik 3 persen dalam perdagangan setelah jam kerja. Saham tersebut telah turun lebih dari 26 persen tahun ini.

Baca juga:     Mulai 1 Juli 2026, Gojek dan Grab Kompak Terapkan Komisi 8 Persen untuk Ojol
 

Grab, perusahaan transportasi dan pengiriman barang terbesar di Asia Tenggara, telah meluncurkan fitur-fitur seperti penggabungan pesanan dan tingkatan hemat biaya yang disebut "Saver", yang menargetkan pelanggan yang sadar biaya yang bergulat dengan harga bahan bakar yang lebih tinggi setelah perang Iran.

Perusahaan ini juga dengan cepat meningkatkan operasi pengiriman bahan makanan, salah satu segmennya yang berkembang pesat, serta bisnis layanan keuangannya dengan membangun penawaran pinjaman dan asuransi untuk pengemudi dan pedagang di platformnya.

 Nilai barang dagangan bruto (Gross Merchandise Value/GMV), atau total nilai transaksi dalam dolar, di seluruh bisnis mobilitas dan pengiriman Grab meningkat 21 persen menjadi USD6,5 miliar pada kuartal kedua, didorong oleh pertumbuhan jumlah pengguna aktif.

Grab, yang melayani 54 juta pengguna di lebih dari 900 kota, mengatakan telah menginvestasikan USD706 juta dalam insentif untuk pelanggan dan pengemudi pada kuartal tersebut, termasuk lebih dari USD7 juta untuk mendukung pendapatan pengemudi di tengah krisis bahan bakar.

Perusahaan sekarang memperkirakan pendapatan antara USD4,10 miliar dan USD4,15 miliar untuk tahun 2026, dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya sebesar USD4,04 miliar hingga USD4,10 miliar. Analis memperkirakan pendapatan tahunan sebesar USD4,12 miliar, menurut data yang dikumpulkan oleh LSEG.

Selain itu, perusahaan juga menaikkan perkiraan laba tahunan yang disesuaikan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) menjadi antara USD720 juta dan USD740 juta, dari sebelumnya USD700 juta hingga USD720 juta. Pendapatan naik 22 persen menjadi USD997 juta pada kuartal kedua yang berakhir Juni, melampaui perkiraan analis sebesar USD990,8 juta.


 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan