Ilustrasi. AFP PHOTO/Andrew CABALLERO-REYNOLDS
Ilustrasi. AFP PHOTO/Andrew CABALLERO-REYNOLDS

IMF Mulai Khawatir tentang Prospek Inflasi yang Terus Naik

Ekonomi IMF Inflasi ekonomi dunia Ekonomi Global Bank Sentral Inflasi Global
Angga Bratadharma • 26 April 2022 08:47
Washington: Kepala Ekonom Dana Moneter Internasional (IMF) Pierre-Olivier Gourinchas mengaku khawatir tentang meningkatnya ekspektasi inflasi dan kemungkinan mencapai tingkat yang tinggi. Kondisi itu bisa memicu atau mendorong pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif di negara maju.
 
Pierre-Olivier Gourinchas, yang mulai beralih ke perannya sebagai penasihat ekonomi IMF pada Januari, mengatakan perang di Ukraina, yang menyebabkan harga energi dan pangan melonjak, dapat merusak ekspektasi inflasi yang tinggi selama beberapa dekade untuk mulai mereda di tahun ini.
 
"Pasar tenaga kerja yang sangat-sangat ketat di Amerika Serikat meningkatkan tuntutan kenaikan upah untuk mengejar harga yang lebih tinggi yang dapat membantu memperkuat ekspektasi inflasi," kata mantan Ekonom Universitas California-Berkeley kelahiran Prancis ini, dilansir dari The Business Times, Selasa, 26 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi pasti ada risiko bahwa kita bisa mengalami spiral harga upah. Dan ada risiko juga bahwa saat kita hidup melalui periode inflasi yang tinggi, dan kita mendengar bahwa itu naik dari lima menjadi enam menjadi tujuh menjadi delapan (persen) dan kita tidak melihatnya berbalik," tambahnya.

Berita buruk bagi Federal Reserve

Menurutnya hal itu akan menjadi berita buruk bagi Federal Reserve dan bank sentral negara maju lainnya, yang berpendapat bahwa ekspektasi inflasi di antara konsumen dan bisnis tetap cukup berlabuh pada tingkat jauh di bawah pembacaan tinggi inflasi terukur saat ini.
 
Durasi pembacaan inflasi yang tinggi merupakan risiko penurunan bagi Amerika Serikat dan beberapa negara maju lainnya. Jika inflasi tetap tinggi selama lebih dari beberapa bulan lagi dan terus naik maka akan ada tekanan upah ini meningkat.
 
"Kita melihat ekspektasi inflasi ini melayang lebih permanen dan khususnya perkiraan konsensus, maka saya pikir kita akan melihat banyak pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif ke depan," pungkasnya.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif