OPEC. Foto : AFP.
OPEC. Foto : AFP.

OPEC Pangkas Permintaan Minyak Dunia di 2022

Arif Wicaksono • 13 April 2022 17:06
London: Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyak dunia pada 2022. Alasannya, dampak invasi Rusia ke Ukraina, kenaikan inflasi karena harga minyak mentah melonjak dan kebangkitan varian virus Omicron di Tiongkok.
 
Dalam laporan bulanan, OPEC mengatakan permintaan dunia akan naik 3,67 juta barel per hari (bph) pada 2022, turun 480 ribu bph dari perkiraan sebelumnya. Invasi pada Februari membuat harga minyak melonjak di atas USD139 per barel, tertinggi sejak 2008, sekaligus memperburuk tekanan inflasi.
 
Minyak mentah sejak itu jatuh karena Amerika Serikat dan negara-negara lain mengumumkan rencana untuk memanfaatkan stok minyak strategis untuk meningkatkan pasokan, tetapi tetap di atas USD100 per barel.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Meskipun diperkirakan bahwa Rusia dan Ukraina akan menghadapi resesi pada 2022, ekonomi global lainnya juga akan terpengaruh secara menyeluruh," kata OPEC dalam laporannya dikutip dari Channel News Asia, Rabu, 13 April 2022.
 
"Kenaikan harga komoditas yang kuat dalam kombinasi dengan kemacetan rantai pasokan yang sedang berlangsung dan kebuntuan logistik terkait covid-19 di Tiongkok dan di tempat lain semuanya memicu inflasi global," jelas OPEC.
 
Meski begitu, konsumsi minyak dunia diperkirakan akan melampaui angka 100 juta barel per hari pada kuartal ketiga tahun ini, seperti yang diprediksi OPEC. Secara tahunan menurut OPEC, dunia terakhir menggunakan lebih dari 100 juta barel per hari minyak pada 2019.
 
OPEC mengatakan inflasi adalah faktor utama yang memengaruhi ekonomi dunia dan menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi tahun ini menjadi 3,9 persen dari 4,2 persen dan mengatakan ada kemungkinan pemotongan lebih lanjut.
 
"Risiko penurunan lebih lanjut untuk perkiraan ini diperkirakan cukup besar, berada di lebih dari setengah poin persentase, terutama jika situasi saat ini meluas hingga paruh kedua 2022 atau bahkan memburuk," kata laporan itu.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif