Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Harga Minyak Dunia Melonjak Lagi Nih!

Angga Bratadharma • 29 September 2022 08:02
New York: Harga minyak dunia bergerak naik tajam pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB), didukung oleh penurunan stok bahan bakar Amerika Serikat. Di sisi lain, para perdagang juga terus memantau dampak dari keputusan The Fed yang kembali menaikkan suku bunga.
 
Mengutip Xinhua, Kamis, 29 September 2022, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November naik USD3,65 atau 4,7 persen menjadi USD82,15 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent untuk pengiriman November bertambah USD3,05 atau 3,5 persen menjadi USD89,32 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
Administrasi Informasi Energi AS (EIA) melaporkan bahwa persediaan minyak mentah negara itu turun 0,2 juta barel selama pekan yang berakhir 23 September. Analis yang disurvei oleh S&P Global Commodity Insights memperkirakan pasokan minyak mentah AS akan menunjukkan kenaikan 0,4 juta barel.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut EIA, total persediaan bensin motor turun 2,4 juta barel pekan lalu, sementara persediaan bahan bakar sulingan turun 2,9 juta barel. Harga juga mendapat dukungan dari pembatasan pasokan di Teluk Meksiko AS.
Baca: Ayo Warga +62, Jangan Malu Beli Produk Lokal!

Biro Keselamatan dan Penegakan Lingkungan AS melaporkan bahwa sebagai tanggapan atas Badai Ian, sekitar 9,12 persen produksi minyak dan 5,95 persen produksi gas alam di Teluk telah ditutup.
 
Di sisi lain, tiga indeks utama bursa saham Wall Street terpantau rebound tajam pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB) setelah aksi jual baru-baru ini oleh para investor. Penguatan itu terjadi lantaran didukung oleh penurunan imbal hasil treasury.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 548,75 poin atau 1,88 persen menjadi 29.683,74. Kemudian indeks S&P 500 naik 71,75 poin atau 1,97 persen menjadi 3.719,04. Sedangkan indeks Komposit Nasdaq naik 222,14 poin atau 2,05 persen menjadi 11.051,64.
 
Semua 11 sektor utama di indeks S&P 500 berakhir di wilayah hijau, dengan sektor layanan energi dan komunikasi masing-masing naik 4,4 persen dan 3,17 persen, memimpin kenaikan. Reli terjadi setelah imbal hasil treasury AS mundur dari level tertingginya dalam lebih dari satu dekade.

 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif