Kilang Minyak. Foto: AFP.
Kilang Minyak. Foto: AFP.

Banyak Gangguan Pasokan, Kilang Minyak Asia Tenggara Lagi Ngerem Produksi

Arif Wicaksono • 21 April 2026 14:48
Ringkasnya gini..
  • Sejumlah kilang minyak di Asia Tenggara, termasuk di Malaysia dan Singapura, mulai mengurangi operasi hingga menutup unit produksi.
  • Di Malaysia, Pengerang Refining and Petrochemical (PRefChem) menghentikan unit minyak mentah berkapasitas 300.000 barel per hari.
Jakarta: Sejumlah kilang minyak di Asia Tenggara, termasuk di Malaysia dan Singapura, mulai mengurangi operasi hingga menutup unit produksi. Langkah ini dilakukan di tengah gangguan pasokan minyak mentah dari Timur Tengah yang semakin menekan industri pengolahan energi di kawasan.
 
Dikutip dari Nation Thailand, kilang minyak di kawasan tersebut terpaksa menyesuaikan produksi karena terbatasnya pasokan bahan baku. Kondisi ini membuat operator lebih fokus pada upaya bertahan hidup dibandingkan menjaga kondisi operasi normal.
 
Baca juga:  Kilang Pertamina Siap Olah Minyak Mentah Rusia

Tekanan semakin besar setelah gangguan di jalur perdagangan minyak utama, termasuk Selat Hormuz, yang berdampak pada naiknya biaya energi dan pengiriman di kawasan Asia.

Kilang Minyak di Malaysia dan Singapura Paling Terdampak

Sejumlah kilang minyak besar di Malaysia dan Singapura menjadi yang paling terdampak oleh gangguan pasokan tersebut.
 
Di Malaysia, Pengerang Refining and Petrochemical (PRefChem) menghentikan unit minyak mentah berkapasitas 300.000 barel per hari. Sebelumnya, kilang minyak ini sudah beroperasi hanya sekitar 50 persen sebelum akhirnya menghentikan produksi lebih jauh akibat keterbatasan pasokan.

Sementara di Singapura, Singapore Refining Co memangkas tingkat operasi kilang minyak di Jurong Island menjadi sekitar 60 persen dari sebelumnya 75 persen. ExxonMobil juga menurunkan tingkat operasinya menjadi sekitar 50 persen atau lebih rendah dari sebelumnya di atas 80 persen.
 
Pemangkasan ini mencerminkan terganggunya rantai pasok minyak mentah dari Timur Tengah, yang selama ini menjadi sumber utama bahan baku bagi kilang minyak di Asia Tenggara.
Ketergantungan Tinggi pada Minyak Timur Tengah
 
Gangguan pasokan ini menjadi lebih serius karena sebagian besar kilang minyak di Asia Tenggara sangat bergantung pada minyak mentah dari Timur Tengah.
 
Lebih dari 70 persen impor minyak mentah PRefChem melalui jalur laut berasal dari Selat Hormuz. Ketergantungan serupa juga terjadi di banyak kilang minyak lain di kawasan Asia-Pasifik.
 
Akibatnya, beberapa operator mulai mengurangi produksi atau menutup sementara unit mereka untuk mengendalikan biaya dan menghindari kerugian lebih besar.
 
Dampak gangguan pasokan tidak hanya dirasakan di Malaysia dan Singapura, tetapi juga mulai menyebar ke sejumlah kilang minyak di Asia-Pasifik.
 
Beberapa perusahaan dilaporkan menurunkan output produksi untuk menghemat bahan baku yang semakin terbatas, sekaligus meredam tekanan biaya operasional yang meningkat akibat lonjakan harga energi.

Thailand Tetap Operasikan Kilang Minyak Secara Normal

Berbeda dengan negara lain, Thailand melalui PTT tetap menjalankan operasi kilang minyak secara normal. Perusahaan tersebut menilai keamanan energi nasional harus menjadi prioritas
utama di tengah ketidakpastian pasokan global.
 
Pada 11 April, tanker Serifos yang disewa PTT mengangkut hingga 2 juta barel minyak mentah dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Pengiriman ini dilakukan saat pasar masih dalam kondisi
ketat akibat gangguan geopolitik.
 
Namun, langkah menjaga pasokan kilang minyak ini juga membawa risiko finansial. PTT berpotensi menghadapi kerugian jangka pendek akibat fluktuasi harga minyak global yang tajam.
 
Gangguan pasokan dari Timur Tengah telah memberikan tekanan signifikan terhadap operasional kilang minyak di Asia Tenggara. Sejumlah fasilitas terpaksa memangkas produksi hingga menghentikan unit, sementara sebagian lain berusaha bertahan dengan strategi pengamanan pasokan.
 
Kondisi ini menunjukkan betapa rentannya rantai pasok energi global, terutama bagi kilang minyak yang sangat bergantung pada jalur perdagangan utama seperti Selat Hormuz.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan