Ilustrasi Bank Dunia. Foto: AFP.
Ilustrasi Bank Dunia. Foto: AFP.

Bank Dunia: Masih Ada Kesenjangan Penerapan Vaksinasi Covid-19 di Berbagai Negara

Ekonomi Bank Dunia unicef vaksinasi WHO Vaksinasi covid-19
Ade Hapsari Lestarini • 19 Maret 2021 14:07
Washington: Bank Dunia telah bekerja dengan pemerintah, WHO, UNICEF, Global Fund, dan GAVI untuk menilai kesiapan negara-negara dalam menyebarkan vaksin covid-19 dengan aman di 128 negara berpenghasilan rendah dan menengah.
 
Melansir keterangan resmi Bank Dunia, Jumat, 19 Maret 2021, hal ini dilakukan oleh lembaga-lembaga tersebut di saat negara-negara sedang melakukan kampanye vaksinasi terbesar dalam sejarah.
 
Hasilnya menunjukkan bahwa negara dengan tingkat pendapatan dan indikator ekonomi lainnya, lemah dengan kesiapan vaksin. Laporan tersebut berfokus pada sepuluh indikator utama, antara lain rantai dingin dan logistik, prioritas populasi, penganggaran, pelatihan personel perawatan kesehatan, dan pengawasan keselamatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Temuan awal menunjukkan bahwa 85 persen negara yang berpartisipasi dalam penilaian ini telah mengembangkan rencana vaksinasi nasional. Serta 68 persen telah menerapkan langkah-langkah keamanan, termasuk sistem yang melaporkan reaksi merugikan.
 
Namun, hanya 30 persen yang telah mengembangkan rencana untuk melatih sejumlah besar vaksinasi yang akan dibutuhkan. Serta hanya 27 persen yang telah menciptakan mobilisasi sosial dan strategi keterlibatan publik untuk mendorong orang mendapatkan vaksinasi.
 
Mengingat keraguan vaksin yang mengkhawatirkan, strategi untuk membangkitkan kepercayaan, penerimaan dan permintaan vaksin sangat dibutuhkan.
 
Negara-negara yang terkena konflik dan kerapuhan (37 dari 128) memiliki skor lebih rendah dibandingkan negara lain pada hampir semua indikator.
 
"Banyak negara berkembang sedang mempersiapkan rencana pengiriman vaksin covid-19 yang agresif," kata Wakil Presiden untuk Pembangunan Manusia di Bank Dunia Mamta Murthi.
 
"Meskipun sebagian besar negara cukup siap untuk mulai menginokulasi populasi mereka, masih ada celah penting yang harus segera diatasi agar program vaksinasi skala besar dapat berhasil,” pungkasnya.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif