Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

Maskapai Penerbangan AS Batalkan 800 Penerbangan Akibat Kasus Omicron Melonjak

Ekonomi bisnis maskapai Penerbangan Ekonomi Amerika Maskapai Asing Omicron Varian Omicron
Angga Bratadharma • 29 Desember 2021 11:04
Washington: Maskapai penerbangan Amerika Serikat (AS) kembali membatalkan sekitar 800 penerbangan pada Senin, 27 Desember, setelah menghentikan ribuan penerbangan selama liburan Natal akhir pekan lalu. Keputusan itu diambil ketika kasus Omicron di seluruh negeri meningkat dan memaksa kru untuk mengisolasi serta pelancong mencari bentuk perjalanan lain.
 
Mengutip Channel News Asia, Rabu, 29 Desember 2021, hampir 740 penerbangan dibatalkan di dalam, ke, atau di luar Amerika Serikat pada Senin pagi waktu setempat, menurut penghitungan di situs web pelacakan penerbangan FlightAware.com.
 
Dengan meningkatnya infeksi, maskapai penerbangan terpaksa membatalkan penerbangan, dengan pilot dan awak kabin perlu dikarantina. Sementara cuaca buruk di beberapa daerah menambah kesengsaraan para pelancong. Delta, United, Southwest, dan American tidak segera menanggapi permintaan komentar mengenai hal itu.
 
Selama akhir pekan, setidaknya tiga kapal pesiar terpaksa kembali ke pelabuhan setelah kasus covid-19 terdeteksi di kapal, menurut laporan media. Sedangkan saham perusahaan perjalanan Booking, Airbnb, Expedia, dan Tripadvisor semuanya turun antara 0,6 persen dan 1,8 persen.
 
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat melambat tajam pada kuartal ketiga di tahun ini di tengah meningkatnya infeksi covid-19. Akan tetapi aktivitas telah meningkat dan menempatkan ekonomi negara Paman Sam itu berada di jalur untuk mencatat kinerja terbaiknya tahun ini sejak 1984.
 
"Produk Domestik Bruto (PDB) AS meningkat pada tingkat tahunan 2,3 persen," kata Departemen Perdagangan AS dalam pembacaan ketiga pertumbuhan PDB untuk kuartal Juli-September.
 
Angka itu naik dari laju 2,1 persen yang diperkirakan bulan lalu tetapi masih yang paling lambat sejak kuartal kedua 2020, ketika ekonomi mengalami kontraksi bersejarah setelah langkah-langkah wajib yang keras untuk menahan gelombang pertama kasus virus korona.
 
Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan pertumbuhan PDB kuartal ketiga di tahun ini tidak direvisi pada kecepatan 2,1 persen. Ekonomi tumbuh pada tingkat 6,7 persen pada kuartal kedua 2021. Laju pertumbuhan kuartal terakhir yang lebih lambat juga mencerminkan kekurangan kendaraan bermotor di tengah rantai pasokan global yang tegang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif