Presiden ECB Christine Lagarde. FOTO: AFP
Presiden ECB Christine Lagarde. FOTO: AFP

ECB Tidak Ubah Proyeksi Pertumbuhan 2021 Meski Eropa Lockdown

Ekonomi bank central eropa ekonomi eropa uni eropa
Angga Bratadharma • 14 Januari 2021 08:48
London: Bank sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) berpegang teguh pada proyeksi pertumbuhannya. Langkah itu diambil meski di seluruh Eropa diterapkan pembatasan aktivitas yang berpotensi mengurangi kegiatan ekonomi tapi dengan tujuan memutus mata rantai penyebaran covid-19.
 
"Saya pikir proyeksi terakhir kami (tentang pertumbuhan ekonomi Eropa) pada Desember masih sangat masuk akal," kata Presiden ECB Christine Lagarde, dilansir dari CNBC International, Kamis, 14 Januari 2021.
 
Pada Desember 2020, ECB memperkirakan tingkat Produk Domestik Bruto (PDB) Eropa mencapai 3,9 persen untuk 2021, setelah terkontraksi sebanyak 7,3 persen pada 2020. Sedangkan angka resmi dan akhir 2020 untuk pertumbuhan ekonomi belum diketahui.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, sejak prediksi ini dipublikasikan pada bulan lalu, banyak Pemerintah Eropa telah mengumumkan penguncian baru yang ketat atau perpanjangan dari pembatasan yang ada. Belanda, misalnya, mengumumkan penguncian hingga 9 Februari. Jerman, yang sudah melakukan penguncian sejak November, mempertimbangkan untuk memperpanjangnya selama 8-10 minggu lagi.
 
Sedangkan Austria tetap ditutup hingga akhir Januari. Sementara Prancis telah mengintensifkan jam malamnya dan Portugal sedang mempertimbangkan untuk melakukan penguncian baru juga. Langkah tersebut sejalan dengan peningkatan kasus dan kematian akibat covid-19 sejak periode Natal.
 
"Pembatasan signifikan akan tetap berlaku setelah Januari. Di beberapa negara, pembukaan kembali bertahap dapat dimulai pada suatu waktu di Februari. Di negara lain, itu mungkin tidak terjadi sebelum Maret," kata Ekonom Zona Euro Florian Hense.
 
Namun, perhatian utama Lagarde adalah apa yang terjadi setelah Maret. "Apa yang akan menjadi perhatian adalah bahwa setelah akhir Maret, negara-negara anggota tersebut masih perlu melakukan tindakan penguncian dan jika, misalnya, program vaksinasi diperlambat," kata Lagarde.
 
Semakin lama penguncian berlanjut, semakin besar dampaknya pada ekonomi yang berbagi mata uang tunggal itu. Adapun zona euro mulai memvaksinasi warga sebelum 2020 berakhir, tetapi peluncurannya telah menimbulkan beberapa kontroversi.
 
ECB di bawah komando Lagarde, sejak awal pandemi, mengumumkan tindakan darurat yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mendukung kawasan euro. Program stimulus pembelian obligasi (PEPP) saat ini ditetapkan untuk berlangsung hingga Maret 2022, dengan total sekitar 1,85 triliun euro (USD2,25 triliun). Lagarde mengatakan ECB dapat memperpanjang program ini sekali lagi jika diperlukan.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif