Brexit. Foto ; AFP.
Brexit. Foto ; AFP.

Batas Waktu Kesepakatan Brexit Hampir Habis

Ekonomi uni eropa brexit
Arif Wicaksono • 16 November 2020 21:29
Brussels: Diplomat Uni Eropa memperingatkan Inggris bahwa waktu hampir habis untuk kesepakatan Brexit, dan mungkin sudah terlambat untuk meratifikasinya. Hal ini karena negosiator di Brussels menilai upaya terakhir untuk menghindari kesepakatan pada akhir Desember 2020.
 
Hampir lima tahun sejak kampanye referendum Brexit dimulai, Inggris dan UE masih belum mengetahui bagaimana hampir USD1 miliar dalam perdagangan per tahun akan beroperasi setelah Inggris meninggalkan pengaturan transisi status quo pada 31 Desember.
 
Irlandia, negara UE yang paling terpapar Brexit, mengatakan ada sekitar 7-10 hari untuk menemukan cara membuka pembicaraan perdagangan. Sementara seorang pejabat senior UE mengatakan mungkin sudah terlambat untuk memberlakukan kesepakatan perdagangan apa pun pada waktunya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini sudah sangat terlambat dan mungkin sudah terlambat," kata seorang pejabat senior Uni Eropa, saat pembicaraan antara negosiator blok tersebut Michel Barnier dan mitranya dari Inggris, David Frost, dilanjutkan di Brussel dikutip dari Channel News Asia, Senin, 16 November 2020.
 
Inggris, yang meninggalkan Uni Eropa pada Januari dalam masa transisi hingga akhir tahun, mengatakan telah ada beberapa kemajuan. Inggris mengatakan bahwa kedua belah pihak memiliki naskah perjanjian yang sama meskipun unsur-unsur terpenting belum disepakati.
 
Penutupan tanpa kesepakatan untuk krisis Brexit akan mengejutkan pasar keuangan dan mengganggu rantai pasokan yang membentang di seluruh Eropa dan sekitarnya, sama seperti pukulan ekonomi dari pandemi virus korona yang memburuk.
 
Menteri Luar Negeri Irlandia Simon Coveney mengatakan perlu dua minggu lagi untuk mencapai kesepakatan.
 
"Kami lebih mungkin mendapatkan kesepakatan daripada tidak, murni karena konsekuensi dari tidak mendapatkan kesepakatan begitu signifikan dan sangat mahal bagi Inggris dan Irlandia saat itu terjadi, dan untuk beberapa negara Uni Eropa lainnya," kata Coveney pada konferensi online.
 
Perdana Menteri Boris Johnson mengisolasi diri di sebuah flat di kediamannya di Downing Street setelah dia melakukan kontak dengan seorang anggota parlemen Inggris yang kemudian dinyatakan positif covid-19. Penasihatnya yang paling kuat, Arch-Brexiteer Dominic Cummings, dikeluarkan setelah pertempuran antara faksi-faksi yang bersaing di pemerintahan.
 
"Kami sedang bekerja untuk mendapatkan kesepakatan, tetapi satu-satunya yang mungkin adalah kesepakatan yang kompatibel dengan kedaulatan kami dan mengambil kembali kendali atas hukum kami, perdagangan kami, dan perairan kami." ujar David Frost.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif