Ilustrasi. AFP PHOTO/GREG BAKER
Ilustrasi. AFP PHOTO/GREG BAKER

Penguncian Covid-19 Buat Inflasi Tiongkok Lebih Tinggi dari Perkiraan

Ekonomi Inflasi ekonomi china Tiongkok covid-19 pandemi covid-19
Antara • 12 Mei 2022 12:02
Beijing: Indeks harga pabrik dan konsumen Tiongkok naik lebih cepat dari yang diperkirakan pada April, karena penguncian covid-19 menghancurkan rantai pasokan dan mendorong orang untuk menimbun makanan. Sejauh ini kebijakan nol covid terus diberlakukan pemerintah meski memberikan tekanan terhadap ekonomi.
 
Indeks harga produsen naik delapan persen dari tahun sebelumnya ketimbang 8,3 persen pada Maret, data resmi menunjukkan, di atas perkiraan median dari kenaikan 7,8 persen dalam survei Bloomberg terhadap para ekonom. Pertumbuhan harga konsumen meningkat jadi 2,1 persen dari 1,5 persen di bulan sebelumnya, lebih cepat dari proyeksi kenaikan 1,8 persen.
 
Mengutip The Business Times, Kamis, 12 Mei 2022, sementara harga komoditas beringsut turun dari tingkat yang sangat tinggi yang dipicu oleh perang di Ukraina tetapi biaya tetap tinggi dan telah menekan keuntungan produsen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun wabah covid di Tiongkok dan pembatasan yang dimaksudkan untuk menahannya secara tidak langsung telah menambah biaya operasional, dan mempersulit pabrik mempertahankan produksi, memperoleh bahan baku, dan mengirimkan barang jadi.
 
Ahli Statistik Senior Biro Statistik Nasional (NBS) Dong Lijuan mengatakan dalam sebuah pernyataan yang menyertai data tersebut, kenaikan inflasi konsumen disebabkan oleh wabah virus dan harga komoditas global yang lebih tinggi.
 
"Pembelian panik dan penimbunan di antara konsumen kemungkinan juga mendorong permintaan. Ketika gangguan rantai pasokan secara bertahap diselesaikan, tekanan inflasi dapat memudar," kata Presiden dan Kepala Ekonom Pinpoint Asset Management Zhang Zhiwei.
 
Meskipun angka inflasi lebih tinggi dari perkiraan, Zhang mengatakan, masalah ini tidak menjadi perhatian para pembuat kebijakan. "Tantangan utama tetap keseimbangan antara menahan wabah Omicron dan menstabilkan pertumbuhan ekonomi," pungkasnya.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif