Ilustrasi. FOTO: AFP/JUAN BARRETO
Ilustrasi. FOTO: AFP/JUAN BARRETO

Pemadaman Ladang Libya dan Krisis Ukraina Picu Harga Minyak Dunia Melesat

Ekonomi libya Minyak Mentah Rusia-Ukraina Harga Minyak Dunia Rusia vs Ukraina
Antara • 19 April 2022 08:00
New York: Harga minyak dunia meningkat lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB), dengan minyak mentah Brent mencapai USD114 per barel. Pemadaman ladang minyak di Libya memperdalam kekhawatiran atas ketatnya pasokan global di tengah krisis Ukraina.
 
Mengutip Antara, Selasa, 19 April 2022, minyak mentah berjangka Brent, patokan global untuk pengiriman Juni, terangkat sebanyak USD1,46 atau 1,3 persen menjadi USD113,16 per barel. Kontrak sempat naik menjadi USD114,84 per barel, tertinggi sejak 28 Maret.
 
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Mei bertambah USD1,26 atau 1,2 persen menjadi USD108,21 per barel. WTI mencapai level USD109,81 per barel, juga tertinggi sejak 28 Maret.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menambah tekanan pasokan dari sanksi terhadap Rusia, National Oil Corp Libya mengatakan gelombang penutupan yang menyakitkan telah mulai menghantam fasilitasnya dan menyatakan force majeure di ladang minyak Al-Sharara dan situs lainnya.
 
"Dengan pasokan global yang sekarang sangat ketat, bahkan gangguan yang paling kecil pun kemungkinan akan berdampak besar pada harga," kata Analis Oanda Jeffrey Halley.
 
Kehilangan pasokan yang lebih dalam membayangi. Produksi Rusia turun 7,5 persen pada paruh pertama April dari Maret, Interfax melaporkan dan Pemerintah Uni Eropa mengatakan pekan lalu eksekutif blok itu sedang menyusun proposal untuk melarang minyak mentah Rusia.

Eskalasi perang Ukraina

Komentar itu muncul sebelum eskalasi dalam perang Ukraina. Pihak berwenang Ukraina mengatakan rudal menghantam Lviv dan ledakan mengguncang kota-kota lain ketika pasukan Rusia terus melakukan pemboman setelah mengklaim hampir menguasai penuh pelabuhan Mariupol.
 
Dalam sinyal bearish untuk harga, ekonomi Tiongkok melambat pada Maret, menghilangkan angka pertumbuhan kuartal pertama dan memperburuk prospek yang sudah melemah oleh pembatasan covid-19.
 
Data juga menunjukkan Tiongkok menyuling minyak 2,0 persen lebih sedikit pada Maret dari setahun sebelumnya, dengan keluaran turun ke level terendah sejak Oktober karena lonjakan harga minyak mentah menekan margin dan penguncian yang ketat mengurangi konsumsi bahan bakar.
 
Minyak melonjak ke level tertinggi sejak 2008 pada Maret, dengan Brent sempat mencapai USD134 per barel. "Masih ada beberapa kebingungan tentang apakah mereka membuka kembali ekonomi mereka, jadi kami mendapatkan sinyal beragam dari Tiongkok dan itu telah menghadirkan banyak volatilitas pagi ini," pungkas Analis Price Futures Group Phil Flynn.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif