Ilustrasi. FOTO: Mark Ralston/AFP
Ilustrasi. FOTO: Mark Ralston/AFP

Ekonomi Tiongkok Tumbuh 4,8% di Kuartal I-2022

Ekonomi ekonomi china Tiongkok Rusia-Ukraina covid-19 pandemi covid-19 Rusia vs Ukraina
Angga Bratadharma • 25 April 2022 12:02
Beijing: Pertumbuhan ekonomi Tiongkok melambat pada Maret 2022 karena konsumsi, real estat, dan ekspor terpukul keras. Kondisi itu menghilangkan angka pertumbuhan kuartal pertama yang lebih cepat dari perkiraan dan memperburuk prospek yang sudah melemah oleh pembatasan covid-19 dan perang Ukraina.
 
Tantangan jangka pendek terbesar bagi Beijing adalah aturan covid-19 baru yang keras pada saat risiko geopolitik meningkat, yang mengintensifkan tekanan pasokan dan biaya komoditas, meningkatkan inflasi global dan memaksa otoritas Tiongkok mengambil tindakan tegas ketika mereka mencoba merangsang pertumbuhan tanpa membahayakan stabilitas harga.
 
Mengutip Channel News Asia, Senin, 25 April 2022, data Biro Statistik Nasional melaporkan Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat 4,8 persen pada kuartal pertama 2022 dibandingkan dengan tahun sebelumnya, mengalahkan ekspektasi analis untuk kenaikan 4,4 persen dan meningkat dari empat persen pada kuartal keempat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Awal yang kuat secara mengejutkan dalam dua bulan pertama tahun ini meningkatkan angka-angka utama, dengan PDB naik 1,3 persen pada Januari hingga Maret secara kuartal-ke-kuartal, dibandingkan dengan ekspektasi untuk kenaikan 0,6 persen dan revisi 1,5 persen pada kuartal sebelumnya.

Data April kemungkinan akan lebih buruk

Analis mengatakan data April kemungkinan akan lebih buruk, dengan penguncian di pusat komersial Shanghai dan di tempat lain berlarut-larut, mendorong beberapa untuk memperingatkan meningkatnya risiko resesi.
 
"Dampak lebih lanjut dari penguncian sudah dekat, bukan hanya karena ada keterlambatan pengiriman kebutuhan sehari-hari, tetapi juga karena menambah ketidakpastian pada layanan dan operasi pabrik yang telah berdampak pada pasar tenaga kerja," kata Kepala Tiongkok Raya dan Ekonom ING Iris Pang.
 
"Dukungan dari kebijakan fiskal dan moneter belum cukup untuk sepenuhnya mengimbangi kerusakan PDB yang disebabkan oleh penguncian. Kami mungkin perlu merevisi perkiraan PDB kami lebih lanjut jika dukungan fiskal tidak datang tepat waktu," pungkasnya.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif