Air. Foto : Medcom.id.
Air. Foto : Medcom.id.

Gara-Gara Air, Lembaga Keuangan Hadapi Kerugian USD225 Miliar

Ekonomi lembaga keuangan pbb Air Bersih
Antara • 05 Mei 2022 12:57
London: Lembaga-lembaga keuangan menghadapi kerugian sedikitnya USD225 miliar gara-gara air. Kok bisa? Hal ini terungkap dalam sebuah laporan platform pengungkapan lingkungan terkemuka CDP dan perkiraan Planet Tracker.
 
PBB telah memperingatkan kekurangan pasokan 40 persen pada 2030 jika konsumsi air dan pola produksi tidak berubah dan apa yang disebut risiko air, melalui banjir, kekeringan atau polusi, akan menjadi masalah yang berkembang bagi perusahaan selama dekade berikutnya.
 
Dampak paling umum yang dilaporkan ke CDP, yang datanya digunakan untuk menginformasikan keputusan investasi oleh perusahaan-perusahaan keuangan yang mengelola aset lebih dari USD130 triliun, termasuk pengurangan produksi, peningkatan biaya dan pendapatan yang lebih rendah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam analisisnya yang pertama, CDP dan Planet Tracker nirlaba menganalisis pengajuan survei keamanan air dari 1.112 perusahaan, yakni 69 persen menandai risiko dampak substantif pada bisnis mereka.
 
Dari 377 lembaga keuangan terdaftar yang melapor ke CDP, 33 persen mengatakan tidak menilai eksposur mereka terhadap risiko terkait, yang dapat mencakup denda dan kewajiban lainnya, tuntutan hukum pemegang saham, atau ketidakmampuan untuk mendapatkan asuransi.
 
Dengan meremehkan risiko, bank, investor, dan perusahaan asuransi dapat mengalokasikan terlalu banyak modal untuk perusahaan dan proyek yang pada akhirnya terbukti tidak ekonomis, menyebabkan aset menjadi terdampar dan investasi atau pinjaman dihapusbukukan.
 
"Lembaga keuangan perlu memahami seberapa besar mereka terpapar risiko ini dan mengambil langkah segera sebelum terlambat," kata Direktur Keamanan Air Global CDP Cate Lamb, dikutip dari Antara, Kamis, 5 Mei 2022.
 
CDP menganalisis nilai risiko USD225 miliar dari subset 499 perusahaan terbesar untuk mengungkapkan proyeksi keuangan dari potensi biaya terkait. Jadi angka untuk semua perusahaan di dunia akan lebih tinggi. Krisis air telah menyebabkan kerugian miliaran dolar menunjuk pada penurunan terkait di sektor minyak dan gas, utilitas listrik, batu bara dan logam, serta sektor pertambangan.
 
CDP dan Planet Tracker juga mengidentifikasi lembaga negara dan publik yang paling dekat hubungannya dengan 42 perusahaan yang paling terkena dampak air di dunia, melalui kepemilikan saham atau pinjaman.
 
Mereka menemukan 20 yang paling terbuka memiliki ekuitas gabungan USD2,7 triliun dan telah meminjamkan USD2,5 triliun selama dekade terakhir. Perusahaan-perusahaan juga memiliki sekitar USD327 miliar pembiayaan yang akan jatuh tempo selama lima tahun ke depan.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif