Mata uang Rusia, rubel. Foto: AFP/Alexander Nemenov.
Mata uang Rusia, rubel. Foto: AFP/Alexander Nemenov.

Gara-gara Ini Rubel Rusia Berbalik Melesat

Antara • 19 Mei 2022 17:52
Moskow: Nilai tukar mata uang rubel Rusia kembali menguat melewati level 63 terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis. Penguatan ini ditopang oleh kontrol modal serta menjelang pembayaran pajak yang biasanya memerlukan konversi ekstra mata uang asing ke rubel untuk memenuhi kewajiban lokal.
 
Rubel telah menjadi mata uang dengan kinerja terbaik tahun ini meskipun ada krisis ekonomi skala penuh, yang secara artifisial didukung oleh kontrol yang dilakukan Rusia pada akhir Februari untuk melindungi sektor keuangannya setelah mengirim puluhan ribu tentara ke Ukraina.
 
Melansir Antara, Kamis, 19 Mei 2022, pada pukul 07.49 GMT, rubel naik 0,8 persen pada 62,95 terhadap dolar di Moscow Exchange, mendekati level yang sebelumnya terlihat pada awal 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara terhadap euro, rubel menguat 1,5 persen menjadi 65,70 setelah pergerakan panjang kedua ke 61,1075 pada pembukaan pasar. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh kesalahan perdagangan dan menjadi titik terkuat rubel sejak April 2017.
 
Rubel didorong oleh persyaratan bagi perusahaan yang berfokus pada ekspor untuk mengkonversi 80 persen dari pendapatan mereka. Sementara permintaan dolar dan euro dibatasi oleh kontrol modal dan penurunan impor karena logistik yang terganggu setelah sanksi.
 
Di pasar obligasi, imbal hasil obligasi pemerintah OFZ 10-tahun turun tipis menjadi 10,28 persen dari level sekitar 10,30 persen yang terlihat awal pekan ini.
 
Imbal hasil, yang bergerak terbalik dengan harga obligasi, diperkirakan akan turun lebih jauh karena bank sentral akan memangkas suku bunga utamanya tahun ini guna menopang perekonomian dan karena inflasi melambat berkat penguatan rubel.
 
"Bank sentral kemungkinan akan memangkas suku bunga utamanya sebesar 100-200 basis poin dari 14 persen pada pertemuan dewan berikutnya pada Juni, kata Kepala Investasi di LockoInvest Dmitry Polevoy.
 
Untuk pertama kalinya dalam beberapa minggu, inflasi tahunan melambat, menjadi 17,69 persen pada 13 Mei dari 17,77 persen seminggu sebelumnya. Sementara angka inflasi mingguan turun menjadi 0,12 persen, jauh di bawah angka 2,22 persen yang terlihat pada awal Maret beberapa hari setelah Rusia memulai, apa yang disebutnya operasi militer khusus di Ukraina.
 
Indeks saham beragam. Indeks RTS dalam denominasi dolar naik 0,1 persen menjadi 1.213,7 poin. Indeks MOEX Rusia berbasis rubel turun 0,9 persen menjadi 2.423,8 poin.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif