Zimbabwe akan mengedarkan dolar baru untuk memerangi inflasi yang tinggi. Foto: Xinhua/Shaun Jusa.
Zimbabwe akan mengedarkan dolar baru untuk memerangi inflasi yang tinggi. Foto: Xinhua/Shaun Jusa.

Perangi Inflasi Tinggi, Zimbabwe Edarkan Uang Baru

Ekonomi zimbabwe mata uang
Ade Hapsari Lestarini • 22 Mei 2020 14:23
Harare: Zimbabwe mulai mengedarkan uang kertas 10 dolar baru, saat negara di Afrika Selatan itu memerangi inflasi tinggi dan kekurangan uang tunai.
 
Melansir Xinhua, Jumat, 22 Mei 2020, ini merupakan langkah dari Reserve Bank of Zimbabwe (RBZ) atau Bank Sentral Zimbabwe untuk mengekang kekurangan uang tunai yang telah menyebabkan premi hingga 40 persen dibebankan untuk mendapatkan uang tunai di pasar gelap.
 
Sementara uang kertas 20 dolar baru juga akan mulai beredar pada minggu pertama Juni. Adapun nilai 10 dolar Zimbabwe setara dengan Rp411,89.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelum penambahan uang kertas baru bernominal 10 dolar, Zimbabwe hanya punya uang kertas berdenominasi dua dolar dan lima dolar yang beredar.
 
Dolar Zimbabwe terus anjlok terhadap dolar AS di pasar paralel sejak RBZ mengumumkan pengenalan uang kertas baru.
 
Sementara menurut Zimrates, tingkat pasar antar bank pada Rabu adalah USD1 setara 25 dolar Zimbabwe. Sedangkan tingkat pasar paralel berdiri di USD1 setara 60,5 dolar Zimbabwe.
 
Tahun lalu, Zimbabwe memperkenalkan kembali dolar Zimbabwe yang telah dibuang pada 2009 karena hiperinflasi, dan mengakhiri rezim multi-mata uang selama satu dekade.
 
Namun, dengan diperkenalkannya mata uang baru, tingkat inflasi yang tinggi telah dialami di negara ini.
 
Angka resmi dari Badan Statistik Nasional Zimbabwe menunjukkan bahwa inflasi year-on-year pada Maret 2020 mencapai 676 persen.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif