Gedung IMF. Foto: AFP/Olivier Douliery.
Gedung IMF. Foto: AFP/Olivier Douliery.

IMF: Utang Tinggi Memperlambat Pemulihan Negara

Ekonomi IMF ekonomi dunia Ekonomi Global IMF-World Bank pandemi covid-19 Pemulihan Ekonomi Nasional Utang
Media Indonesia.com • 19 April 2022 13:10
Washington: Dana Moneter Internasional atau IMF memperingatkan utang yang terakumulasi oleh bisnis dan individu di seluruh dunia dapat memperlambat pemulihan ekonomi dari krisis pandemi.
 
Pemerintah mengambil langkah-langkah luar biasa untuk mendukung ekonomi mereka ketika covid-19 menyebar dua tahun lalu, termasuk meluncurkan penangguhan pembayaran utang atau menawarkan pinjaman skala besar. Namun program-program ini menghasilkan tingkat utang yang lebih tinggi untuk beberapa sektor, termasuk yang paling terganggu oleh virus, seperti pariwisata dan restoran, serta rumah tangga berpenghasilan rendah.
 
Dalam bab dari World Economic Outlook, IMF mengatakan beban utang dapat menahan pertumbuhan di negara maju sebesar 0,9 persen dan di pasar negara berkembang sebesar 1,3 persen selama tiga tahun ke depan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Rumah tangga yang dibatasi secara finansial dan perusahaan rentan telah tumbuh dalam jumlah dan proporsi selama pandemi covid-19 diperkirakan memangkas pengeluaran lebih banyak, terutama di negara-negara dengan kerangka kepailitan tidak efisien dan ruang fiskal terbatas," kata pemberi pinjaman krisis yang berbasis di Washington itu, dilansir Mediaindonesia.com, Selasa, 19 April 2022.
 
Untuk menghindari masalah semakin parah, pemerintah harus mengalibrasi kecepatan menghapus program bantuan dan pengeluaran secara bertahap. "Ini bertujuan agar pemulihan berjalan dengan baik dan neraca dalam kondisi baik, dukungan fiskal dapat dikurangi lebih cepat, memfasilitasi pekerjaan bank sentral," kata IMF.
 
Untuk sektor-sektor yang mengalami kesulitan, pemerintah dapat menawarkan bantuan untuk mencegah kebangkrutan atau memberikan insentif untuk restrukturisasi daripada likuidasi.
 
"Untuk mengurangi beban keuangan publik, pajak sementara yang lebih tinggi atas keuntungan berlebih dapat dipertimbangkan. Ini akan membantu memulihkan sebagian transfer ke perusahaan yang tidak membutuhkannya," kata pemberi pinjaman.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif