Ilustrasi. FOTO: AFP/Jay Directo
Ilustrasi. FOTO: AFP/Jay Directo

Dihantui Omicron, ADB Pangkas Perkiraan Pertumbuhan Ekonomi Negara Berkembang di Asia

Angga Bratadharma • 15 Desember 2021 11:01
Manila: Asian Development Bank (ADB) memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi untuk negara berkembang di Asia pada tahun ini. Selain itu, juga memberikan pandangan risiko dan ketidakpastian yang dibawa oleh varian baru virus korona yang bernama Omicron.
 
Pemberi pinjaman yang berbasis di Manila sekarang melihat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) di 2021 sebesar 7,0 persen untuk negara berkembang di Asia. Angka itu turun dari 7,1 persen, dan pertumbuhan 2022 sebesar 5,3 persen atau turun dari 5,4 persen pada September.
 
"Covid-19 telah surut di negara berkembang di Asia, tetapi meningkatnya infeksi di seluruh dunia dan munculnya varian yang menyebar cepat menunjukkan bahwa pandemi akan membutuhkan waktu untuk berhenti," kata ADB, dilansir dari Channel News Asia, Rabu, 15 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebagian besar subkawasan berkembang Asia diperkirakan tumbuh lebih lambat dari perkiraan sebelumnya tahun ini, sebagian karena pemulihan yang lemah di Tiongkok. Ekonomi Tiongkok, yang melakukan kebangkitan mengesankan dari kemerosotan pandemi di tahun lalu, telah kehilangan momentum dalam beberapa bulan terakhir.
 
ADB memproyeksikan ekonomi Tiongkok akan tumbuh 8,0 persen di tahun ini, sedikit lebih lemah dari perkiraan 8,1 persen pada September, sebelum melambat menjadi 5,3 persen pada 2022, turun dari proyeksi sebelumnya 5,5 persen.

Kemunculan Omicron

Kemunculan Omicron baru-baru ini, yang menurut Organisasi Kesehatan Dunia telah dilaporkan oleh lebih dari 60 negara sejak pertama kali terdeteksi bulan lalu di Afrika selatan dan Hong Kong, adalah pengingat yang serius bahwa wabah lebih lanjut tetap ada kemungkinan.
 
ADB memangkas perkiraan pertumbuhan 2021 untuk India menjadi 9,7 persen dari perkiraan 10,0 persen yang dibuat pada September, tetapi membiarkan perkiraan pertumbuhan 2022 tidak berubah pada 7,5 persen.
 
Untuk memperhitungkan ekspansi kuartal ketiga yang lebih lambat di Asia Tenggara, ADB memangkas perkiraan pertumbuhannya untuk sub kawasan menjadi 3,0 persen untuk 2021 dari 3,1 persen, tetapi ADB menaikkan proyeksi pertumbuhannya untuk sub kawasan pada tahun depan menjadi 5,1 persen dari 5,0 persen.
 
"Inflasi diperkirakan tetap terkendali di Asia, yang akan memungkinkan kebijakan moneter untuk tetap mendukung pertumbuhan di tengah berlanjutnya risiko dari pandemi," pungkas ADB.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif