Tim Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Foto: AFP/Nicholas.
Tim Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Foto: AFP/Nicholas.

Biden Masih Bimbang Cabut Tarif Impor Tiongkok

Antara • 06 Juli 2022 15:17
Washington: Tim Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden masih mencari cara untuk memotong tarif impor Tiongkok demi mengurangi inflasi. Gedung Putih mengatakan permintaan industri untuk mempertahankan bea masuk meningkat.
 
baca juga: Biden Desak Pemimpin G7 Bersatu Larang Impor Emas Rusia

Lebih dari 400 permintaan untuk mempertahankan tarif pada barang-barang Tiongkok telah diajukan ke kantor Perwakilan Dagang AS memperumit pengambilan keputusan Biden. Di antaranya adalah komite yang terdiri dari 24 serikat pekerja dari AFL-CIO hingga Asosiasi Pilot Jalur Udara, yang telah meminta agar semua tarif Bagian 301 yang dikenakan oleh mantan Presiden Donald Trump berlanjut, mencakup sekitar USD370 miliar impor Tiongkok.
 
Selama ini, Biden menggambarkan dirinya sebagai presiden paling pro-buruh yang pernah ada, sangat bergantung pada serikat pekerja untuk mendukung kemenangan pemilihan pendahuluan dan pemilihan umum Partai Demokrat pada 2020.
 
Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre mengatakan tim Biden masih mempertimbangkan berbagai strategi setelah berminggu-minggu musyawarah dalam pemerintahan mengenai pemotongan tarif sebagai cara untuk meredakan inflasi yang tinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada banyak elemen berbeda dalam hal ini, terutama karena pemerintahan sebelumnya memberlakukan tarif ini dengan cara yang serampangan, dengan cara yang tidak strategis," kata Jean-Pierre, dikutip dari Channel News Asia, Rabu, 6 Juli 2022.
 
Jean-Pierre menolak memberikan garis waktu untuk keputusan Biden ketika ditanya apakah itu akan menunggu sampai dia berbicara dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping.
 
Orang-orang yang akrab dengan pertimbangan tarif mengatakan Biden juga sedang mempertimbangkan apakah akan memasangkan penghapusan beberapa tarif dengan penyelidikan Bagian 301 baru ke dalam subsidi industri Tiongkok dan upaya untuk mendominasi sektor-sektor utama, seperti semikonduktor.
 
Penyelidikan akan memakan waktu hingga satu tahun untuk dilakukan dan dapat mengarah pada putaran tarif baru, tetapi sumber tersebut mengatakan bahwa Biden dapat mengklaim bea semacam itu akan lebih fokus secara strategis daripada banyak tarif saat ini untuk barang-barang konsumen seperti sweater katun serta router internet rumah.
 
Pertimbangan datang ketika United States Trade Representative (USTR) sedang melakukan tinjauan undang-undang empat tahun tentang tarif, dengan satu tenggat waktu untuk mengajukan permintaan agar tarif tetap berlaku hingga 22 Agustus.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif