Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Morgan Stanley Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Global hanya 2,9% di 2022

Ekonomi ekonomi dunia Ekonomi Global Morgan Stanley covid-19 Inflasi Global Rusia vs Ukraina
Antara • 12 Mei 2022 12:42
New York: Morgan Stanley memperkirakan pertumbuhan ekonomi global tahun ini kurang dari setengah tahun lalu. Hal itu karena risiko konflik Rusia-Ukraina dan lonjakan covid-19 di Tiongkok, bahkan ketika bank sentral memperketat kebijakan moneter untuk mengendalikan rekor inflasi tinggi.
 
Mengutip Antara, Kamis, 12 Mei 2022, pialang itu memperkirakan pertumbuhan global berada pada 2,9 persen atau sekitar 40 basis poin di bawah konsensus, dibandingkan dengan pertumbuhan 6,2 persen pada 2021, pada basis tahun-ke-tahun.
 
"Perlambatan bersifat global, didorong oleh kombinasi dari melemahnya dorongan fiskal, pengetatan kebijakan moneter, hambatan berkelanjutan dari covid, friksi rantai pasokan yang terus-menerus, dan, yang terbaru, dampak dari invasi Rusia ke Ukraina," tulis Ekonom Morgan Stanley dalam sebuah catatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Harga-harga komoditas dan minyak telah meroket setelah Rusia ditampar dengan sanksi Barat atas invasinya ke Ukraina, memperburuk tekanan inflasi secara global dan mendorong pemerintah-pemerintah dan bank-bank sentral untuk menilai kembali kebijakan moneter mereka.
 
Pengekangan covid-19 Tiongkkok yang lebih ketat telah menghentikan produksi pabrik dan menghambat permintaan domestik, berdampak pada ekonominya dengan pertumbuhan ekspor melambat ke level terlemah dalam hampir dua tahun.
 
Dengan resolusi krisis Ukraina yang tampaknya tidak mungkin dan bank sentral global sudah berusaha memperlambat pertumbuhan untuk menjinakkan inflasi, ekonom Morgan Stanley memperkirakan kenaikan pertumbuhan ekonomi akan terbatas.

Menaikkan suku bunga

Pekan lalu, bank sentral AS dan Inggris bergabung dengan ekonomi utama lainnya untuk menaikkan suku bunga dalam upaya mengatasi lonjakan inflasi yang mereka gambarkan sebagai sementara setelah pembukaan kembali ekonomi global pascapandemi, sebelum invasi Rusia ke Ukraina mengirim harga energi melonjak.
 
Morgan Stanley mengatakan pertumbuhan global yang lebih lambat berbasis luas, dan hanya dua ekonomi utama di mana perusahaan pialang itu tidak melihat perlambatan substansial adalah Jepang dan India.
 
"Kami sekarang tidak melihat PDB global kembali ke tren pra-covid dalam periode perkiraan," pungkas pialang itu.

 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif