Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Lonjakan Covid-19 Susutkan Kepercayaan Konsumen Jepang

Ekonomi Virus Korona ekonomi jepang covid-19
Angga Bratadharma • 09 Januari 2021 14:04
Tokyo: Kepercayaan konsumen Jepang turun untuk pertama kalinya dalam empat bulan pada Desember, karena meningkatnya jumlah infeksi covid-19 secara nasional. Negara Sakura itu terus berupaya memerangi pandemi covid-19 lantaran memberikan efek negatif terhadap perekonomian.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 9 Januari 2021, menurut Kantor Kabinet Jepang, indeks sentimen yang disesuaikan secara musiman di antara rumah tangga yang terdiri dari dua orang atau lebih turun menjadi 31,8 ketimbang posisi sebelumnya di 33,7 pada November.
 
Ekspektasi ekonomi konsumen dalam enam bulan ke depan, berada di bawah garis indeks 50. Artinya jumlah mereka yang memiliki pandangan pesimistis lebih banyak daripada mereka yang memiliki pandangan optimistis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Empat komponen survei semuanya mundur dalam periode pencatatan, dengan sentimen terhadap kondisi ketenagakerjaan menandai penurunan terbesar, turun 2,9 poin menjadi 23,6. Kemauan untuk membeli barang tahan lama turun 1,9 poin menjadi 33,8 dan penilaian mata pencaharian turun 1,8 poin menjadi 34,9.
 
"Pertumbuhan pendapatan turun 0,7 poin menjadi 35,0," kata Kantor Kabinet Jepang.
 
Survei terbaru datang menjelang langkah Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga yang memiliki peluang mengumumkan keadaan darurat untuk Tokyo dan tiga prefektur sekitarnya. Hal itu seiring adanya gelombang ketiga infeksi covid-19. Deklarasi darurat diperkirakan diberlakukan selama kurang lebih satu bulan untuk prefektur Tokyo, Saitama, Kanagawa, dan Chiba.
 
Restoran yang menyajikan alkohol di wilayah yang berlaku telah diminta untuk tutup pada pukul 8 malam mulai Jumat. Setelah itu, semua fasilitas makan termasuk yang tidak menyajikan alkohol akan diminta tutup pada pukul 8 malam dari 12 Januari hingga 31 Januari.
 
Keadaan darurat diumumkan di Tokyo dan enam prefektur lainnya pada 7 April 2020. Kemudian diperluas ke seluruh negeri sebelum dicabut pada akhir Mei. Indeks konsumen mencapai rekor terendah 21,6 pada April, setelah pernyataan darurat pertama pemerintah atas virus tersebut. Survei terakhir mencakup 8.400 rumah tangga dengan respons valid 88,3 persen.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif