Presiden Tiongkok Xi Jinping. Foto: AFP/Brendan.
Presiden Tiongkok Xi Jinping. Foto: AFP/Brendan.

Cara Presiden Tiongkok Bikin Ekonomi Negaranya Tetap Ngebul

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi ekonomi china Tiongkok pandemi covid-19 Xi Jinping
Ade Hapsari Lestarini • 09 Mei 2022 14:20
Beijing: Presiden Tiongkok Xi Jinping terus berjibaku untuk menghidupkan kembali ekonomi negaranya. Hal tersebut ditunjukkannya dengan lebih mendukung aktivitas di sektor teknologi, infrastruktur, dan pekerjaan.
 
Namun demikian, dilansir Channel News Asia, Senin, 9 Mei 2022, para analis memperingatkan pertumbuhan ekonomi Tiongkok akan terus melambat sampai Beijing menghentikan pengendalian virusnya.
 
Dua setengah tahun sejak virus korona pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok menjadi negara yang ekonominya tertutup bagi dunia, meskipun angka kematiannya relatif rendah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penguncian di lusinan kota -dari pusat manufaktur Shenzhen dan Shanghai, hingga lumbung pangan Jilin- telah mendatangkan malapetaka pada rantai pasokan selama beberapa bulan terakhir, sehingga menghancurkan usaha kecil dan menjebak konsumen untuk tetap di rumah.
 
Hal ini telah membuat target pertumbuhan ekonomi setahun penuh Beijing berada di level sekitar 5,5 persen. Bahkan, diramalkan pertumbuhan ekonominya dapat dipangkas dari angka itu.
 
"Kami tetap sangat prihatin tentang pertumbuhan ini. Kami percaya varian Omicron dan strategi nol covid mewakili tantangan dominan terhadap stabilitas pertumbuhan," ujar kata analis Nomura.

Kebijakan nol covid

Namun, kepemimpinan Komunis Tiongkok bersikeras negara itu akan tetap dengan teguh pada kebijakan nol covid, dengan pertemuan yang dipimpin oleh Xi yang menyatakan kegigihan adalah kemenangan.
 
Untuk mengurangi kerusakan ekonomi yang semakin meningkat, Beijing telah menawarkan kelonggaran kebijakan di sektor teknologi dari tindakan keras yang digulirkan dan berjanji untuk memompa ekonomi utama dengan kampanye infrastruktur "habis-habisan".
 
Sementara banyak kota telah bangkit kembali setelah penguncian singkat, daerah lain seperti basis pertanian provinsi Jilin lambat pulih dari gelombang pembatasan. "Preseden itu (Jilin) ??bisa berarti dampak jangka panjang dari penguncian Shanghai yang sangat mengganggu," kata Ernan Cui dari Gavekal Dragonomics dalam sebuah laporannya.
 
Perusahaan teknologi Tiongkok telah berada di bawah pengawasan negara karena kekhawatiran atas penyalahgunaan data dan monopoli. Tetapi saham perusahaan teknologi besar melonjak ketika pemerintah menyerukan pembangunan yang sehat dari sektor ini dan menyelesaikan perbaikannya.
 
Pasar juga bersorak karena pemerintah mengumumkan dukungan untuk sektor real estat dan dorongan infrastruktur dalam mendorong pembangunan ekonomi dan sosial.
 
Sementara itu, mengingatkan kembali pada paket stimulus Beijing senilai empat triliun yuan (USD600 miliar pada tingkat saat ini) setelah krisis keuangan 2008 -yang termasuk investasi infrastruktur besar-besaran- Zhaopeng Xing dari ANZ Research mengaku pihaknya ragu pihak berwenang akan meneruskannya dengan mengorbankan utang yang meningkat.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif