Ilustrasi. FOTO: AFP/ALAIN JOCARD
Ilustrasi. FOTO: AFP/ALAIN JOCARD

AS Bidik Alibaba dan Tencent Masuk Daftar Hitam

Ekonomi Ekonomi Amerika ekonomi china alibaba tiongkok as-tiongkok Perang dagang tencent
Angga Bratadharma • 09 Januari 2021 11:01
Washington: Pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan untuk menambahkan raksasa teknologi Alibaba dan Tencent ke daftar hitam perusahaan yang diduga dimiliki atau dikendalikan oleh militer Tiongkok. Sebuah langkah yang dapat mengobarkan ketegangan dengan Beijing beberapa hari sebelum Presiden terpilih AS Joe Biden mulai menjabat.
 
Sumber yang mengetahui hal itu mengatakan pejabat Departemen Pertahanan AS, yang mengawasi penunjukan Alibaba dan Tencent, belum menyelesaikan rencana untuk menambahkan perusahaan dan juga sedang mendiskusikan penambahan perusahaan Tiongkok lainnya. Sumber tersebut mau berbicara dengan syarat anonim karena pertimbangannya bersifat pribadi.
 
Mengutip Channel News Asia, Sabtu, 9 Januari 2021, jika ditambahkan, Alibaba dan Tencent akan tunduk pada perintah eksekutif yang ditandatangani oleh Presiden AS Donald Trump pada November 2020, yang melarang investor AS membeli saham dari perusahaan yang masuk daftar hitam mulai November 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tencent dan Alibaba menolak berkomentar. Diskusi tersebut mengemuka pertama kali dilaporkan oleh Wall Street Journal. Saham Alibaba Group Holding turun lima persen pada perdagangan Kamis pagi di Bursa Efek Hong Kong. Saham Tencent Holdings turun tiga persen. Saham Alibaba yang terdaftar di AS ditutup turun lebih dari lima persen karena berita itu.
 
Trump telah mengeluarkan serangkaian tindakan keras terhadap perusahaan-perusahaan Tiongkok di hari-hari terakhirnya di Gedung Putih. Upaya itu ketika Beijing dan Washington kembali bentrok terkait virus korona dan tindakan keras Tiongkok di Hong Kong.
 
Sebelumnya Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang melarang transaksi dengan menggunakan delapan aplikasi perangkat lunak Tiongkok, termasuk aplikasi pembayaran seluler Alipay dari Ant Group dan QQ Wallet serta WeChat Pay dari Tencent Holdings.
 
Tetapi beberapa investor menyatakan skeptis bahwa kepemilikan saham Tencent dan Alibaba akan terbatas secara jangka panjang. "Ini adalah perusahaan swasta yang dimiliki secara luas, sebagian besar oleh investor AS dan global," kata Kepala Investasi Penasihat Dana Krane Brendan Ahern.
 
Perintah eksekutif November dikeluarkan dengan klaim memenuhi Undang-Undang 1999 yang menugaskan Departemen Pertahanan AS untuk menyusun daftar perusahaan Tiongkok yang dianggap dimiliki atau dikendalikan oleh militer Tiongkok. Pentagon sejauh ini telah memasukkan 35 perusahaan ke dalam daftar hitam.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif