Ilustrasi bendera Amerika Serikat - - Foto: dok AFP
Ilustrasi bendera Amerika Serikat - - Foto: dok AFP

Inflasi AS Melesat, Investor Global Ketar-ketir

Fetry Wuryasti • 18 November 2021 13:50
Jakarta: Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai inflasi AS yang semakin tinggi membuat pelaku pasar dan investor global ketar-ketir.
 
Sebab, kenaikan inflasi tersebut akan mendorong suku bunga Bank Sentral di berbagai belahan dunia. Termasuk Bank Sentral AS, The Fed.
 
"Kami melihat dengan inflasi tidak kunjung turun, mungkin sudah saatnya The Fed menenangkan pasar, tidak lagi dengan kata-kata inflasi hanya akan terjadi sementara," jelas Nico Demus, Kamis, 18 November 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya Ketua The Fed Jerome Powell meyakinkan pelaku pasar dan investor untuk tidak perlu khawatir. Namun masalahnya, inflasi Amerika kemarin naik hingga 6,2 persen atau tertinggi dalam kurun waktu 30 tahun terakhir.
 
Inflasi tersebut didominasi oleh mobil, makanan, bensin, listrik, dan minyak. Personal consumption AS naik hingga 4,4 persen (yoy) pada September lalu, dan merupakan kenaikkan tertinggi sejak 1991.

 
Pada Agustus silam, Powell menyatakan kenaikan inflasi disebabkan naiknya harga dalam kelompok barang dan jasa yang terkena dampak langsung dari pandemi, sehingga mendorong inflasi naik lebih cepat. Harga tahunan untuk pemesanan barang-barang tahan lama secara umum mencapai 7,3 persen pada September kemarin, tertinggi sejak 1981 atau 40 tahun.
 
Stimulus fiskal yang diberikan juga memberikan dorongan permintaan yang kuat, sehingga menghadirkan likuiditas uang tunai di pasar dalam jumlah yang besar. Upah yang juga naik sehingga semakin mendorong inflasi untuk ikut meningkat. Gaji pekerja  yang naik juga membuat inflasi konsisten tinggi hingga tahun depan.

Tidak hanya itu, ekspektasi inflasi untuk jangka panjang juga naik di lingkaran konsumen dan investor terutama sektor energi. Jika ekspektasi ini berlanjut, maka ada kemungkinan upah akan tertahan untuk menjaga inflasi, dan perusahaan akan mencoba untuk menaikan harga sebagai bagian dari menutupi biaya yang naik.
 
"Inflasi masih akan berkecamuk apabila Powell tidak bertindak tegas. Oleh sebab itu pasar berharap Powell bertindak, tanpa mengurangi prospek pemulihan ekonomi yang sedang berjalan," kata Nico.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif