NEWSTICKER
Gedung The Fed. FOTO: AFP/Brendan Smialowski
Gedung The Fed. FOTO: AFP/Brendan Smialowski

Di Tengah Wabah Covid-19

The Fed Luncurkan Program Quantitative Easing

Ekonomi ekonomi amerika the fed
Angga Bratadharma • 25 Maret 2020 08:02
Washington: Federal Reserve AS meluncurkan program quantitative easing atau pelonggaran kuantitatif dengan membeli obligasi AS dan sekuritas yang didukung agen hipotek tanpa ada batasan tertentu. Langkah itu dilakukan guna mendukung pasar yang bergerak agresif untuk menopang perekonomian di tengah ketidakpastian wabah virus korona.
 
Quantitative easing (QE) adalah salah satu kebijakan moneter yang dilakukan oleh bank sentral guna meningkatkan jumlah uang beredar. Istilah QE sering muncul dalam pemberitaan tentang pasar keuangan beberapa tahun belakangan ini, karena merupakan bagian dari upaya bank sentral untuk menanggulangi masalah rendahnya laju inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
 
Mengutip Xinhua, Rabu, 25 Maret 2020, namun investor khawatir bank sentral AS bakal kehabisan amunisi dan para ahli percaya bahwa kebijakan fiskal yang kuat dan bertarget harus diluncurkan secepat mungkin untuk mencegah resesi yang menjulang dan berpeluang berubah menjadi depresi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


The Fed menyatakan akan terus membeli obligasi dan surat utang yang didukung agen hipotek dalam jumlah yang diperlukan untuk mendukung kelancaran fungsi pasar dan transmisi efektif kebijakan moneter ke kondisi keuangan yang lebih luas. Bahkan, the Fed tidak menutup program pembelian asetnya.
 
Awal bulan ini, bank sentral AS berjanji untuk membeli setidaknya USD500 miliar obligas AS dan USD200 miliar surat berharga yang didukunng agen hipotek selama beberapa bulan mendatang. Langkah terbaru the Fed mengisyaratkan bahwa bank sentral siap untuk bertindak sebanyak yang diperlukan untuk membantu ekonomi AS mengatasi wabah virus korona.
 
"Pandemi virus korona menyebabkan kesulitan yang luar biasa di seluruh Amerika Serikat dan di seluruh dunia," kata The Fed dalam pernyataannya, seraya menambahkan bahwa ekonomi AS akan menghadapi gangguan cukup parah.
 
"Upaya agresif harus diambil lintas sektor publik dan swasta untuk membatasi kerugian pada pekerjaan dan pendapatan dan untuk mempromosikan pemulihan cepat setelah gangguan mereda," kata bank sentral AS.
 
Kepala Ekonom Keuangan MUFG Union Bank Chris Rupkey menilai kebijakan yang diambil the Fed sedang bergeser ke tingkat yang lebih tinggi untuk mencoba membantu mendukung ekonomi AS yang sepertinya sedang jatuh bebas saat ini.
 
"Bank sentral bergeser dari bukan hanya pemberi pinjaman jalan terakhir, tetapi sekarang adalah pembeli jalan terakhir. Jangan tanya berapa banyak yang akan mereka beli, ini benar-benar tak terbatas atau pelonggaran kuantitatif," pungkas Rupkey.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif