Presiden Rusia Vladimir Putin. FOTO: AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin. FOTO: AFP

Putin: Pipa Gas Bawah Laut Nord Stream 2 Siap Diekspor

Ekonomi Gas vladimir putin ekonomi eropa rusia uni eropa krisis energi
Angga Bratadharma • 31 Desember 2021 15:05
Moskow: Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pipa gas bawah laut Nord Stream 2 siap untuk melakukan ekspor gas. Proyek tersebut diyakini akan membantu menurunkan harga gas Eropa yang telah mencapai tingkat rekor dan akhirnya menimbulkan krisis energi.
 
Nord Stream 2, selesai pada September tetapi menunggu persetujuan peraturan dari Jerman dan Uni Eropa, dan menghadapi perlawanan dari Amerika Serikat (AS) serta beberapa negara termasuk Polandia dan Ukraina, yang mengatakan itu akan meningkatkan pengaruh Rusia atas Eropa.
 
Putin mengatakan bentangan kedua dari pipa kembar telah diisi dengan gas. "Saya ingin mengucapkan selamat kepada Gazprom dan mitra Anda di Nord Stream 2 atas penyelesaian pekerjaan dan pembuatan rute bagasi besar tambahan ini dan siap untuk bekerja," kata Putin, dilansir dari The Business Times, Jumat, 31 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pipa senilai USD11 miliar telah dibangun oleh raksasa gas Gazprom yang dikendalikan Kremlin dan setengah dari biayanya telah dibayar oleh perusahaan energi Eropa.
 
Di sisi lain, cadangan emas internasional dan mata uang asing Rusia naik ke rekor tertinggi di USD615,6 miliar. Kondisi itu terjadi setelah menerima tahapan transfer dari Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF).

IMF

IMF memberi Rusia sekitar USD17,5 miliar dalam Hak Penarikan Khusus (SDR-Special Drawing Rights)-nya pada akhir Agustus sebagai bagian dari alokasi SDR global USD650 miliar, distribusi cadangan moneter terbesar dalam catatan.
 
"Cadangan emas dan valuta asing Rusia, terbesar keempat di dunia, naik USD20 miliar dalam seminggu yang berakhir 27 Agustus," kata bank sentral.
 
IMF mengatakan negara-negara dapat menggunakan alokasi SDR untuk mendukung ekonomi mereka atau menukarnya dengan negara lain, tetapi tidak boleh menggunakan ruang fiskal untuk menunda reformasi ekonomi atau restrukturisasi utang yang diperlukan.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif