Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Dolar AS Tembus ke Level Tertinggi

Ekonomi Ekonomi Amerika The Fed ekonomi jepang Dolar AS bank of japan (boj)
Antara • 20 April 2022 08:28
New York: Dolar AS melonjak ke level tertinggi 20 tahun terhadap yen Jepang pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu pagi WIB). Penguatan didukung oleh perbedaan dalam kebijakan moneter antara Federal Reserve yang bertekad untuk menahan kenaikan inflasi dan bank sentral Jepang (BoJ) yang mempertahankan suku bunga sangat rendah.
 
Mengutip Antara, Rabu, 20 April 2022, greenback mencapai 128,97 yen, tertinggi sejak Mei 2002. Dolar terakhir terangkat 1,5 persen pada 128,94 yen. Dolar telah melonjak 5,9 persen terhadap yen sejauh bulan ini dengan laju kenaikan persentase bulanan terbesar sejak 2016.
 
"BoJ telah melakukan kebalikan dari normalisasi. Mereka telah berusaha keras," kata Co-Chief Investment Officer Millennium Global Investments Richard Benson, di London.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Benson percaya otoritas moneter Jepang benar-benar dapat melakukan intervensi untuk memperkuat yen. Akan tetapi, ini bukan tentang level tertentu. "Saya tidak akan terkejut jika BoJ melakukan intervensi karena mereka memiliki banyak dolar dan mereka dapat menjualnya dengan mudah," kata Benson.
 
"Ada angka yang jelas untuk dibicarakan dan level, tetapi narasinya sangat banyak tentang kecepatannya. Jadi lambat dan bertahap tidak masalah," tambahnya.
 
Menteri Keuangan Jepang Shunichi Suzuki membuat peringatan yang paling eksplisit terhadap kemerosotan yen baru-baru ini dan mengatakan bahwa kerusakan ekonomi dari melemahnya mata uang saat ini lebih besar daripada manfaat dari itu.
 
Dalam catatan penelitian terbarunya, Morgan Stanley mengatakan penurunan yen terhadap dolar dibenarkan di tengah memburuknya persyaratan perdagangan Jepang, dengan melonjaknya bahan mentah yang menaikkan biaya impor, serta pandangan inflasi yang kontras antar negara.
 
Sementara itu, data indeks harga konsumen (IHK) inti Jepang, yang akan dirilis pada Kamis, kemungkinan naik 0,8 persen pada bulan Maret dari tahun sebelumnya, lebih cepat dari kenaikan 0,6 persen pada Februari, level tersebut masih jauh di bawah target inflasi 2,0 persen yang telah lama dipegang BoJ.
 
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, juga naik pada Selasa waktu setempat, naik melewati 101 untuk pertama kalinya dalam lebih dari 2 tahun. Indeks dolar terakhir naik 0,2 persen pada 100,98.
 
Mendorong kenaikan dolar adalah kenaikan berkelanjutan dalam imbal hasil AS. Imbal hasil acuan obligasi Pemerintah AS 10-tahun mencapai 2,93 persen pada Selasa, tertinggi sejak Desember 2018. Sementara imbal hasil obligasi AS 10-tahun terkait inflasi naik menjadi minus 0,01 persen, di titik puncak berubah positif untuk pertama kalinya dalam dua tahun.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif