Langkah ini menegaskan tren baru di industri teknologi global, di mana AI mulai menggantikan sejumlah pekerjaan, terutama yang bersifat repetitif.
Melansir BBC, Jumat, 17 April 2026 salah satu pendiri dan CEO Snap, Evan Spiegel mengatakan kepada karyawan bahwa perusahaan berada dalam momen krusial. Adapun tujuan PHK itu adalah untuk mengurangi biaya tahunan sebesar USD500 juta (£368 juta).
| Baca juga: Snapchat Bakal Minta Biaya untuk Penyimpanan Memories |
Spiegel mengatakan bahwa pekerja yang tetap berada di perusahaan akan menggunakan alat AI untuk mengurangi pekerjaan berulang dan meningkatkan kecepatan.
"Perubahan sebesar ini dan secepat ini tidak pernah mudah dan tidak akan berjalan mulus," tambah Spiegel dalam memonya.
PHK kali ini merupakan PHK besar ketiga di perusahaan tersebut sejak tahun 2022. Sebelumnya, perusahaan telah melakukan PHK yang berdampak pada 20 persen stafnya saat itu.
Komentar Spiegel pada hari Rabu adalah pertama kalinya ia menyebutkan AI sebagai penjelasan untuk keputusan kepegawaian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News