Ilustrasi wall street - - Foto: dok AFP
Ilustrasi wall street - - Foto: dok AFP

Investor Gelisah, Wall Street Kembali Rontok

Desi Angriani • 12 Oktober 2021 06:56
New York: Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street berguguran pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB) imbas lonjakan harga minyak dunia dan kegelisahan investor dalam menunggu laporan keuangan perusahaan tercatat (emiten).
 
Melansir CNBC, Selasa, 12 Oktober 2021, Dow Jones Industrial Average turun 250,19 poin, atau 0,7 persen menjadi 34.496,06. S&P 500 anjlok 30,15 poin atau 0,7 persen menjadi 4.361,19. Nasdaq Composite juga anjlok 0,6 persen menjadi 14.486,20.
 
Volume transaksi di bursa AS mencapai 8,15 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 10,9 miliar selama 20 hari terakhir. Managing Partner Plexo Capital Lo Toney mengatakan saham bergejolak hampir sepanjang hari, tetapi penjualan meningkat di jam-jam terakhir dengan posisi terendahnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Apa yang kami lihat saat ini adalah pasar mencoba untuk bergulat dan memahami bagaimana menafsirkan semua input ini,” katanya.

 
Adapun patokan minyak AS, minyak mentah WTI mencapai USD82 per barel pada sesi tertinggi sebelum diperdagangkan USD80. Harga yang melonjak ini menambah kekhawatiran tentang inflasi.
 
Karenanya, saham energi naik untuk sebagian besar sesi tetapi tersungkur pada penutupan perdagangan. Delapan dari 11 sektor S&P 500 ditutup lebih rendah sebagai kelompok emiten dengan kinerja terburuk.
 
Sementara itu, ekonomi Goldman Joseph Briggs memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi AS pada 2022 menjadi 4 persen dari sebelumnya 4,4 persen. Bahkan menurunkan estimasi ekonomi 2021 menjadi 5,6 persen dari sebelumnya 5,7 persen.

 
"Untuk kegiatan seperti pergi ke bioskop, banyak orang tidak mengantisipasi melanjutkan pola pengeluaran normal setidaknya selama enam bulan lagi, menunjukkan normalisasi penuh dalam kegiatan ekonomi mungkin memerlukan waktu," jelas dia.
 
Analis pun memperkirakan S&P 500 akan meraih laba 27,6 persen pada kuartal ketiga, yang akan menjadi pendapatan tertinggi sejak 2010 setelah merugi 4,8 persen. S&P 500 diperkirakan naik lebih dari satu persen untuk Oktober dan bertahan sekitar empat persen dari rekornya.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif